TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) menggali sumber-sumber pendapatan baru guna mengurangi ketergantungan daerah terhadap kontribusi PT Freeport Indonesia.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik bertajuk “Tantangan, Dinamika, dan Strategi Pengelolaan Pendapatan Daerah yang Akuntabel, Pruden, dan Berdampak dari Masa ke Masa” yang digelar di Kantor Bapenda Mimika, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Jumat (31/7/2026).
Forum tersebut menghadirkan sejumlah mantan Kepala Bapenda Mimika sebagai narasumber, yakni Petrus Yumte, Cherly Lumenta, Paulus Yanegga, dan Dwi Cholifah. Kegiatan dimoderatori Kepala Bapenda Mimika Slamet Sutejo.
Forum dibuka Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Petrus Pali yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.
Dalam sambutannya, Petrus mengatakan pendapatan daerah Kabupaten Mimika hingga kini masih bergantung pada kontribusi PT Freeport Indonesia. Berdasarkan penjelasan Bupati Mimika yang dikutipnya, sekitar 82 persen pendapatan daerah masih bersumber dari perusahaan tersebut.
Menurut Petrus, kondisi itu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memperluas basis penerimaan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru.
“Ini menjadi tantangan bersama bagi seluruh unsur, terutama organisasi perangkat daerah terkait, untuk meningkatkan pendapatan daerah,” kata Petrus.
Ia mengatakan, ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Jika PT Freeport Indonesia tidak lagi beroperasi, Mimika berpotensi kehilangan salah satu sumber penerimaan utama yang selama ini menopang pendapatan daerah.
Karena itu, Petrus berharap forum konsultasi publik tersebut dapat menjadi ruang untuk menyerap pengalaman dan strategi pengelolaan pendapatan daerah dari para mantan pimpinan Bapenda.
Ia juga meminta OPD yang memiliki kewenangan memungut pajak dan retribusi daerah untuk meningkatkan inovasi serta mengidentifikasi potensi penerimaan baru.
“Saya berharap OPD yang hadir dapat mendengarkan pemaparan para narasumber dan mengambil pelajaran. Selanjutnya, mereka dapat menggali sumber-sumber pendapatan baru untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Mimika Slamet Sutejo mengapresiasi para mantan Kepala Bapenda yang telah berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Menurut Slamet, pengalaman para mantan pimpinan Bapenda dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi jajaran Bapenda dalam meningkatkan kinerja di setiap bidang.
“Pola pikir kita harus terus bekerja. Setiap bidang harus aktif, baik yang bekerja di lapangan maupun di kantor. Diskusi ini luar biasa karena para narasumber merupakan orang-orang hebat yang telah mengawal Bapenda dari berbagai tahap perkembangan,” kata Slamet.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan strategi yang dapat memperkuat tata kelola pendapatan daerah yang akuntabel, pruden, serta berdampak terhadap pembangunan.
Selain itu, hasil diskusi diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas basis penerimaan daerah dan mengurangi ketergantungan Mimika terhadap satu sektor ekonomi. (LE)






















