JAYAPURA, CARTENZNEWS.COM — Pucuk pimpinan di tubuh Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih, Kamis (2/4) diserahterimakan dalam acara pisah sambut penuh kekeluargaan digelar di Hotel Suni Abepura, Jayapura, Papua.
Panglima Kodam Cenderawasih diserahterimakan dari pejabat lama Mayjen TNI Amrin Ibrahim, SIP kepada Pangdam baru, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM. Momentum ini menjadi titik penting dalam estafet kepemimpinan di Kodam Cenderawasih.
Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah, tokoh agama, adat, perempuan, dan tokoh pemuda hingga insan pers. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas di tanah Papua.
Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi energi awal dalam mengemban tugas baru di Papua.
“Capaian yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya akan menjadi pijakan bagi kami untuk melanjutkan dan meningkatkan pengabdian di Kodam XVII/Cenderawasih,” ujar Febriel melalui keterangan tertulis yang diterima CARTENZNEWS.COM dari Jayapura, Papua, Sabtu (4/4).
Pangdam Febriel juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh komponen agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik, serta bersama-sama menjaga kedamaian di Papua,” kata Febriel lebih lanjut.
Sementara itu Gubernur Papua Irjen Pol (Purn) Matius Derek Fakhiri, SIK, MH menegaskan, pisah sambut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sekaligus awal tanggung jawab baru dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Fakhiri, mantan Kapolda Papua.
Fakhiri juga menekankan, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Di sisi lain, dalam pesan perpisahannya, Amrin menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama masa tugasnya. Ia mengakui bahwa kebersamaan dengan masyarakat Papua menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pengabdiannya.
“Dukungan Forkopimda dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas. Saya juga memohon maaf atas segala kekurangan selama bertugas,” kata Amrin.
Acara pisah sambut ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Papua. (*)


























