TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika menyelenggarakan Musrenbang Otsus Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2027 dengan mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia Berkarakter Berbasis Ekonomi Inklusif” bertempat di Ballroom Hotel Horison Diana Ultima Selasa, 31 Maret 2026
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika Santy Sondang secara resmi membuka kegiatan ini mewakili Bupati Mimika Johanes Rettob. Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pemerintah Daerah, Kepala OPD, tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan, akademisi dan pelaku usaha.
Santy Sondang dalam sambutan mengungkapkan bahwa tujuan utama adalah memastikan setiap rupiah dana otsus untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat asli Papua di Mimika.
“Fokusnya adalah mencetak individu berintegritas, mencintai budaya, dan memiliki mentalitas pemenang, bukan hanya tenaga terampil.”katanya
Lanjut Santy menjelaskan bahwa ekonomi Inklusif adalah pembangunan ekonomi harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan.
“Tujuannya adalah menjadikan masyarakat lokal seperti penjual nokek, nelayan, dan petani sebagai pelaku utama ekonomi di Mimika.”ungkapnya
Santy juga menginstruksikan kepada OPD untuk memperhatikan tiga poin krusial, ketepatan sasaran, transparansi dan akuntabilitas, serta sinergitas. Program yang diusulkan harus menjawab kebutuhan masyarakat kampung, bukan hanya keinginan segelintir orang.
“Dana otsus adalah amanah besar, sehingga setiap program harus dipertanggungjawabkan hasilnya bagi kesejahteraan orang Papua.”tegasnya
Ia menegaskan penting untuk menghilangkan ego sektoral dan mengintegrasikan program pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi. Integrasi ini bertujuan agar lulusan sekolah dapat langsung terserap dalam ekosistem ekonomi inklusif yang dibangun.
“Dukungan dan masukan kritis dari tokoh adat dan masyarakat sangat diharapkan untuk keberhasilan pembangunan. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa restu dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat yang hadir.”tutupnya (Dedy LG)

























