TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Anggota DPRK Mimika Hj. Rampeani Rachman mengimbau masyarakat Kabupaten Mimika, Papua Tengah, khususnya warga Mapurujaya dan wilayah pesisir, meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino.
Rampeani meminta masyarakat menghemat penggunaan air serta menghindari aktivitas pembakaran lahan dan sampah di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
Imbauan tersebut disampaikan Rampeani saat ditemui wartawan di Mapurujaya, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, fenomena El Nino dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan.
“Dengan kondisi seperti ini, masyarakat harus lebih waspada. Musim kemarau yang panjang dapat menyebabkan curah hujan berkurang drastis dan memicu kekeringan di berbagai wilayah,” ujar Rampeani.
Warga diminta tidak membakar lahan
Selain kekeringan, Rampeani mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca panas dan kering.
Karena itu, ia meminta warga tidak membakar lahan ataupun sampah secara sembarangan.
“Saya mengimbau masyarakat Mimika, khususnya di Mapurujaya dan wilayah pesisir, agar tidak membakar lahan dan sampah sembarangan. Kalau bisa, sampah yang ada ditanam atau dikelola dengan cara yang tidak menimbulkan asap dan berisiko menyebabkan kebakaran,” katanya.
Rampeani menilai kebiasaan membakar sampah dalam kondisi cuaca kering dapat memicu api menyebar lebih luas.
Menurut dia, pencegahan kebakaran membutuhkan kesadaran bersama, terutama dengan menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api.
Sumur warga mulai mengering
Rampeani juga meminta masyarakat menghemat penggunaan air. Imbauan tersebut disampaikan setelah menerima informasi mengenai sejumlah sumur warga yang mulai mengalami kekeringan.
“Masyarakat juga harus lebih irit menggunakan air dan tidak membuang-buang air, karena informasi yang kami terima sudah banyak sumur yang kering,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat mulai mengatur penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.
Rampeani menilai kewaspadaan masyarakat diperlukan selama kondisi cuaca kering berlangsung agar dampak kekeringan dan potensi kebakaran dapat ditekan.
“Yang paling penting sekarang adalah kita sama-sama menjaga lingkungan dan sumber air yang ada,” pungkasnya. (LE)

























