TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Gerindra, Dolfin Beanal, mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah serius untuk menangani konflik yang terjadi di Kwamki Lama.
Dolfin yang merupakan anggota DPRK dari Daerah Pemilihan Kwamki Narama menilai situasi keamanan di wilayah tersebut telah menimbulkan trauma dan ketakutan di tengah masyarakat. Ia juga mengkhawatirkan kekerasan mulai berdampak ke luar kawasan konflik.
“Ini bicara kemanusiaan, jadi tidak bisa kita biarkan dan tidak bisa kita lihat sebelah mata,” kata Dolfin saat ditemui wartawan di Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, Timika, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu hingga situasi semakin sulit dikendalikan. Ia menyebut dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sejumlah aksi kekerasan dan pembunuhan.
“Kalau hari ini tidak bisa dikontrol, besok-besok lebih gila lagi, lebih susah lagi untuk dikontrol,” ujarnya.
Dolfin meminta Pemkab Mimika memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk mendukung aparat keamanan sekaligus mendorong penyelesaian konflik. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi harus dibarengi pendekatan hukum dan kemanusiaan.
Ia juga meminta eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum duduk bersama untuk mencari solusi penyelesaian konflik.
“Saya minta kepada pimpinan-pimpinan duduk bicara hal ini serius. Eksekutif, legislatif, dan yudikatif duduk bersama dan cari solusi yang baik,” katanya.
Dolfin berharap Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong turut melibatkan DPRK Mimika dalam pembahasan penanganan konflik.
“Siapkan anggaran untuk support keamanan. Selesaikan, tuntaskan semua persoalan yang ada di sini. Tidak bisa hanya lihat-lihat, abaikan-abaikan,” tegasnya.
Ia mengingatkan konflik yang tidak segera ditangani berpotensi meluas dan menimbulkan persoalan baru di wilayah lain.
Dolfin menegaskan DPRK Mimika siap mendukung langkah pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dengan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. (LE)
























