TIMIKA, Cartenznews.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengajak pelaku usaha dan kegiatan memperkuat kepatuhan serta tanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Ajakan itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, saat membuka kegiatan pembinaan dan fasilitasi penataan, perlindungan, dan pengelolaan lingkungan hidup bagi pelaku usaha dan kegiatan di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (20/8/2026).
Santi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan pembangunan dan aktivitas ekonomi di Mimika tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
“Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan pemahaman, kepatuhan dan tanggung jawab seluruh pihak terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di Kabupaten Mimika,” kata Santi.
Menurut dia, lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Udara bersih, air yang sehat, lingkungan yang tertata, serta ekosistem yang terjaga merupakan kebutuhan dasar yang harus dilindungi bersama.
“Jangan sampai kemajuan yang kita capai hari ini menimbulkan kerusakan dan persoalan lingkungan bagi generasi kita yang akan datang,” ujarnya.
Santi meminta pelaku usaha menjadikan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan.
Kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan hidup, kata dia, harus diwujudkan melalui pemenuhan kewajiban lingkungan, pengelolaan limbah, pencegahan pencemaran, hingga menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi usaha.
“Pemerintah pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan secara bertanggung jawab,” katanya.
Ia menegaskan, kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan perlu berjalan secara seimbang.
Dalam kesempatan tersebut, Santi juga menyoroti pentingnya membangun kepedulian lingkungan melalui kebiasaan sederhana.
“Kalau saya lihat hari ini, kita tidak menggunakan air kemasan plastik, tetapi menggunakan gelas yang diisi dengan air putih. Itu salah satu upaya kita untuk meminimalisir sampah plastik yang sulit didaur ulang,” ujarnya.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup,” pungkasnya. (LE)



























