POUMAKO, CARTENZNEWS.COM — Ribuan warga memadati Pelabuhan Perikanan Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Mereka mengikuti pesta rakyat bersama Labema dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Mapurujaya yang puncak perayaannya berlangsung Minggu (23/8/2026).
Perayaan lima dekade Mapurujaya berlangsung meriah dan diwarnai berbagai kegiatan yang mengangkat sejarah, kebersamaan, serta komitmen masyarakat terhadap masa depan generasi muda.
Kegiatan diawali dengan tarian adat untuk menyambut para pejabat Distrik Mimika Timur dari berbagai periode pemerintahan.
Selain menjadi momentum memperingati perjalanan 50 tahun Mapurujaya, pesta rakyat tersebut juga diisi deklarasi anak-anak Labema yang menyatakan sikap menolak peredaran dan penggunaan minuman keras (miras) serta narkoba di Mapurujaya dan Kabupaten Mimika.
Koordinator Labema, Hj. Rampeani Rachman, mengatakan anak-anak Labema yang lahir, tumbuh, dan ditempa di Mapurujaya telah memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
Menurut dia, anak-anak Labema kini mengabdi di berbagai bidang. Sejumlah di antaranya bahkan dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan maupun lembaga lainnya.
“Anak-anak Labema bukanlah orang yang abal-abal. Banyak di antara kami yang kini dipercaya menduduki jabatan-jabatan strategis,” kata Rampeani.
Ia menyebutkan, lima anggota DPRK Mimika merupakan anak Labema. Selain itu, terdapat anak Labema yang dipercaya menjadi Kepala Dinas PUPR dan Kepala Kesbangpol serta menduduki berbagai posisi di bidang lainnya.
Kontribusi anak-anak Labema, lanjut dia, juga terlihat di sektor kejaksaan, kesehatan, pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Sejumlah anak Labema dari Tipuka juga hadir dalam perayaan tersebut. Mereka kini mengabdi sebagai tenaga kesehatan, tenaga pendidik, maupun aktivis yang memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.
Rampeani menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, dan mendidik anak-anak Labema hingga mampu kembali memberikan pengabdian bagi daerah.
“Kami hadir hari ini bersama seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak Labema yang lahir, besar, dan ditempa di Mapurujaya telah kembali untuk membangun dan bangkit bersama Mapurujaya dan Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Ia menegaskan, anak-anak Labema tidak ingin hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah.
“Kami tidak ingin menjadi penonton di Kabupaten Mimika. Kami ada untuk Mapurujaya dan Kabupaten Mimika,” tegasnya.
Rampeani juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, kasih sayang, dan toleransi antarumat beragama.
Ia meminta dukungan TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan miras.
“Mari kita bergandengan tangan bersama TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi kita tidak dihancurkan oleh narkoba dan miras,” katanya.
Mengenang sejarah Mimika Timur
Pesta rakyat HUT ke-50 Mapurujaya juga diisi dengan selayang pandang sejarah Distrik Mimika Timur yang disampaikan Drs. Wilhelminus Haurissa, kepala Distrik Mimika Timur pertama.
Sementara filosofi nama Mapurujaya disampaikan Taslim Tuhuteru, kepala Distrik Mimika Timur kedua.
Kehadiran para mantan pejabat distrik dari berbagai periode menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Mereka menjadi saksi perjalanan pemerintahan dan masyarakat Mimika Timur selama lima dekade.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-50 Mapurujaya sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mengajak masyarakat menjauhi miras dan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Wabup minta anak-anak Mapurujaya tidak dilupakan
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang lahir dan besar di tengah masyarakat suku Kamoro.
Menurut Emanuel, anak-anak yang tumbuh di Mapurujaya berada dalam lingkungan berbagai komunitas Kamoro, seperti Kaugapu, Muare, Pigapu, Hiripau, dan Tipuka.
Karena itu, ia meminta para tokoh masyarakat maupun pihak yang kini memiliki jabatan dan kewenangan agar tidak melupakan keberadaan dan masa depan anak-anak tersebut.
“Jangan lupa kepada anak-anak ini. Ketika kalian sudah menjadi orang yang punya jabatan dan kewenangan, rangkul mereka dan dampingi orang asli di tempat ini,” ujar Emanuel.
Ia juga meminta para tokoh masyarakat memberikan pembinaan apabila ada anak-anak yang melakukan kesalahan.
“Kalau mereka keliru atau salah, kasih mereka nasihat dan ingatkan. Jangan melakukan kekerasan kepada mereka. Berikan mereka tempat yang baik. Itu menjadi tanggung jawab kita,” katanya.
Emanuel turut mendorong anak-anak yang lahir dan besar di Mapurujaya membangun hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan pengusaha.
Para pengusaha yang menjalankan usaha di Mapurujaya juga diharapkan memberikan ruang bagi anak-anak setempat untuk berkembang.
“Kita sama-sama jalan, rangkul mereka,” kata Emanuel.
Menurut dia, hubungan yang kuat dengan masyarakat dapat dibangun melalui interaksi sederhana dan pertemuan secara langsung.
“Undang mereka datang, duduk sama-sama, makan sama-sama seperti yang dilakukan hari ini. Saya kira ini luar biasa sekali,” ujarnya.
Potong tumpeng sagu dan tarian seka
Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sagu oleh Wakil Bupati Mimika bersama Ketua DPRK Mimika, Forkopimda, dan para tamu undangan.
Panitia juga menyerahkan cinderamata kepada para mantan pejabat Distrik Mimika Timur sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam perjalanan pemerintahan di wilayah tersebut.
Kemeriahan berlanjut melalui lomba mengikat karaka atau kepiting. Juara pertama perlombaan tersebut mendapatkan hadiah berupa emas.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan tarian seka bersama yang melibatkan masyarakat dan para tamu undangan.
Perayaan HUT ke-50 Mapurujaya tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan lima dekade, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan menegaskan komitmen masyarakat menjaga generasi muda.
Melalui perayaan tersebut, masyarakat Mapurujaya juga meneguhkan semangat untuk bersama-sama membangun wilayah tersebut dan Kabupaten Mimika. (LE)


























