• Privacy Policy
  • Redaksi
  • Login
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
No Result
View All Result
Home Berita Utama
Faradiba Anugerah Kaay Tabuni Bukukan Rekor Jadi Perempuan Psikolog Pertama dari Papua Pegunungan

Faradiba Anugerah Kaay Tabuni Bukukan Rekor Jadi Perempuan Psikolog Pertama dari Papua Pegunungan

Redaksi Cartenz News by Redaksi Cartenz News
January 31, 2026
in Berita Utama, Nasional, Sosial dan Budaya, Sosok, Teknologi
0
549
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEMARANG — Kabar gembira bagi pemerintah Papua Pegunungan, dunia akademik, masyarakat, dan pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah adat Lapago (Papua Pegunungan) maupun tanah Papua umumnya.

Perempuan asli tanah Papua dari Papua Pegunungan, Faradiba Anugerah Kaay Tabuni, S.Psi, Psikolog, membukukan alias mencatatkan namanya sebagai psikolog pertama lulusan Universitas Katolik Soegijapranata (Soegijapranata Catholic University/SCU), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/1).

Baca Juga

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

February 4, 2026
Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

February 4, 2026

“Saya memanjatkan syukur kepada Tuhan atas kuasa-Nya sehingga boleh menyelesaikan studi hingga meraih profesi psikolog di jurusan Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata. Saya juga bersyukur, capaian akademik ini juga berkat doa dan dukungan suami, anak-anak, keluarga terkasih, dan semua pihak,” ujar Faradiba Anugerah Kaay di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/1).

HUT Mimika 29 - Dinas Sosial

Faradiba Kaay mengaku, prestasi akademik ini juga sangat berkesan dan dilewati penuh perjuangan. Namun, prestasi itu juga ditopang pengalamannya aktif dan bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tangan Peduli Yayasan Kemanusiaan, pengalaman menjadi konselor dan keterlibatannya dalam proses pendampingan ODHA dan anak-anak jalanan di Kabupaten Jayawijaya.

“Pengalaman sebelumnya menjadi asisten Dokter SP.Kj (Psikiater) di RSUD Wamena juga sangat membantu saya merampungkan kuliah hingga meraih profesi psikolog. Dalam berbagai pengalaman sebelumnya saya melihat banyak pasien yang perlu ditolong tanpa obat tetapi melalui terapi,” kata Faradiba Kaay.

Faradiba Kaay mengaku, tahun 2024 ia memutuskan untuk melanjutkan studi profesi Psikolog di Unika Soegijapranata Semarang. Ia Bersama puluhan rekannya tercatat menjadi angkatan pertama di Unika Soegijapranata, yang dikenal kampus terbaik jurusan Psikologi di Jawa Tengah. “Unika Soegijapranata salah satu penyelenggaraan pendidikan profesi psikolog dari 19 universitas di seluruh Indonesia,” ujar Faradiba Kaay.

Faradiba Anugerah Kaay, Kamis (29/1) lulus Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata (Soegijapranata Catholic University/SCU) sekaligus disumpah sebagai Psikolog angkatan pertama di Kampus SCU, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Semarang, Jawa Tengah.

Faradiba Anugerah Kaay juga bagian penting Fakultas Psikologi SCU di mana fakultas itu menorehkan tonggak sejarah baru dengan meluluskan 47 psikolog dari angkatan pertama Program Pendidikan Profesi Psikolog. Para lulusan ini mengikuti sumpah profesi psikolog pada Kamis (29/1) sebagai penanda kesiapan mereka memberikan layanan psikologi secara profesional kepada masyarakat.

Rektor SCU Ir Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST, M.Comp.IT, Ph.D mengatakan, kelulusan ini merupakan bentuk kesiapan SCU dalam menjawab perubahan regulasi pendidikan psikologi nasional pasca ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi (UU PLP).

“UU PLP menegaskan pemisahan jalur akademik dan profesi. SCU secara institusional berkomitmen memastikan lulusan profesi psikolog tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas moral,” ujar Aji Nugroho.

Dekan Fakultas Psikologi SCU Dr Dra Kristiana Haryanti, M.Si, Psikolog dalam kesempatan itu menjelaskan, Program Profesi Psikolog SCU memiliki sejarah panjang sejak 1999 dan terus beradaptasi mengikuti dinamika kebijakan nasional.

“Mulai dari sarjana plus, magister psikologi profesi hingga kembali ke jenjang profesi psikolog umum pada 2022, kami menjaga mutu pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah,” kata Haryanti.

Haryanti menambahkan, meski kurikulum mengalami perubahan, karakter lulusan SCU tetap konsisten, yakni psikolog yang kompeten dalam layanan promotif, preventif, dan kuratif, menjunjung etika profesi serta berpijak pada nilai-nilai kristiani seperti cinta kasih, keadilan, dan kejujuran.

Sementara itu Ketua Program Profesi Psikolog SCU Dr Suparmi, M.Si, Psikolog dalam kesempatan itu memaparkan proses pendidikan yang telah dilalui oleh para calon psikolog. Mahasiswa angkatan pertama menempuh pendidikan selama tiga semester, terdiri dari satu semester teori dan dua semester praktik layanan psikologi di lapangan.

“Pada semester keempat, mereka mengikuti Uji Kompetensi Profesi Psikolog Umum bersama HIMPSI dan dinyatakan layak menyandang profesi psikolog,” ujar Suparmi lebih lanjut.

Menurut Suparmi, pelaksanaan sumpah profesi untuk angkatan pertama ini dilakukan secara khusus dan terpisah dari yudisium fakultas sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian bersejarah tersebut.

Dari sisi lulusan, Ellena Ayu Susanto dan Faradiba Anugrah Kaay, perwakilan lulusan angkatan pertama Program Profesi Psikolog SCU mengungkapkan, proses pendidikan yang mereka jalani tidak hanya membentuk kompetensi keilmuan, tetapi juga kepekaan kemanusiaan.

“Pembelajaran di SCU sangat kaya karena kami datang dari latar budaya dan pengalaman yang berbeda. Hal ini memperluas cara pandang kami dalam memahami manusia secara utuh,” ujar Ayu Susanto dan Faradiba Kaay.

Lulusan angkatan pertama berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Kalimantan, Bali, Sumatra hingga Jawa. Mereka berasal dari latar belakang profesi beragam seperti pemilik sekolah, penggerak komunitas, terapis anak hingga biarawati.

Keberagaman tersebut menjadi kekuatan khas pendidikan profesi psikolog di SCU yang mengedepankan pendekatan biopsikososial sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Psikologi SCU dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan mental di Indonesia melalui pengabdian para lulusannya di daerah asal masing-masing.

Saat menyampaikan sambutan mewakili para lulusan, Faradiba Kaay mengajak hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena dapat dipertemukan dalam momen yang sangat bermakna yaitu yudisium dan pengambilan sumpah/janji profesi psikolog.

“Bagi kami, para psikolog yang mengikuti yudisium dan pengambilan sumpah/janji profesi psikolog, bukan sekadar acara seremoni melainkan titik balik dari perjalanan belajar menjadi perjalanan mengabdi dan dari ruang kelas menuju ruang-ruang kehidupan manusia yang nyata,” ujar Faradiba Kaay.

Sumpah/janji profesi yang diucapkan adalah pengingat bahwa menyandang sebutan psikolog berarti memikul tanggung jawab moral, ilmiah, dan etis. Hal ini, katanya, bukan akhir dari pendidikan tetapi awal dari sebuah komitmen untuk menjaga martabat manusia, melindungi kerahasiaan, menghormati otonomi klien, bekerja berdasarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan, dan terus belajar sepanjang hayat.

“Sebagai angkatan pertama pendidikan profesi psikolog, kami menempuh perjalanan yang tidak selalu mudah. Kami datang dari latar belakang yang beragam, baik wilayah, budaya, pengalaman hidup, dan keragaman tetapi semua itu menjadi kekuatan kami. Dalam proses ini, kami belajar bahwa psikologi tidak hidup di ruang hampa. Ia selalu bertemu dengan manusia yang membawa cerita, luka, harapan, dan konteks sosial yang kompleks,” kata Faradiba Kaay.

Menurutnya, ia bersama rekan-rekannya juga belajar bahwa menjadi psikolog bukan tentang menjadi yang paling tahu, melainkan tentang menjadi yang paling sadar. Sadar akan batas diri, sadar akan konteks klien, dan sadar akan etika yang harus dijaga. Mereka ditempa untuk berpikir kritis, bekerja dengan cermat, dan hadir dengan empati tanpa kehilangan ketegasan profesional.

“Izinkan saya menyampaikan refleksi singkat yang sekaligus menjadi suara syukur dan harapan. Saya berasal dari Provinsi Papua Pegunungan, wilayah yang kaya budaya tetapi juga lama hidup dalam keterbatasan layanan kesehatan jiwa. Saya menyaksikan bagaimana banyak orang memendam beban batin tanpa ruang aman untuk bercerita. Tidak semua orang memiliki akses pada pendampingan psikologis. Tidak semua luka sempat diberi bahasa dan tidak semua sistem siap menampung kebutuhan pemulihan,” katanya.

Pengalaman itu diakui Faradiba Kaay menanamkan satu kesadaran yang kuat. Niat baik saja tidak cukup. Tanpa kompetensi, etika, kepekaan budaya, dan niat baik justru bisa melukai. Pendidikan profesi ini menolong saya dan kami semua untuk memahami bahwa tugas psikolog bukan menjadi penyelamat, melainkan menjadi rekan perjalanan bagi individu, keluarga, dan komunitas dalam proses pemulihan mereka.

“Belajar dan praktik di tanah rantau juga memperluas cara pandang kami. Kami bertemu dengan sistem layanan, budaya, dan bahasa psikologis yang beragam. Di situ kami semakin memahami bahwa intervensi yang baik bukan yang paling canggih, tetapi yang paling manusiawi dan kontekstual. Psikologi yang hadir tanpa memahami budaya berisiko menjadi bentuk kekerasan yang halus. Karena itu, kami ingin membawa ilmu dengan kerendahan hati, belajar memahami sebelum menyimpulkan, dan mendengar sebelum memberi makna,” ujarnya. (*)

Perempuan asli tanah Papua dari Papua Pegunungan, Faradiba Anugerah Kaay Tabuni, S.Psi, Psikolog usai dikukuhkan sebagai psikolog pertama lulusan Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/1). Foto: Istimewa

ShareTweetShareSend
HUT KORPRI 2025 BAPPEDA
Redaksi Cartenz News

Redaksi Cartenz News

Related Posts

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan
Berita Utama

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

February 4, 2026
Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan
Berita Utama

Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

February 4, 2026
Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika
Berita Utama

Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

February 2, 2026
Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini
Berita Utama

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

February 2, 2026
Sopir Truk Terluka Ditembak OTK di Yahukimo
Berita Utama

Sopir Truk Terluka Ditembak OTK di Yahukimo

February 1, 2026
Pertamina Patra Niaga Dorong Program Penyediaan Sarana Air Bersih Sampai ke Perbatasan Papua
Berita Utama

Pertamina Patra Niaga Dorong Program Penyediaan Sarana Air Bersih Sampai ke Perbatasan Papua

January 31, 2026
Next Post
Sopir Truk Terluka Ditembak OTK di Yahukimo

Sopir Truk Terluka Ditembak OTK di Yahukimo

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

HUT KORPRI 2025 SATPOL PP
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg  DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

March 13, 2024
Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

May 28, 2023
KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

May 28, 2024
Screenshot 20250429 101401 Facebook

Bupati Mimika Jelaskan Alasan Belum Dilakukan Mutasi Jabatan

April 29, 2025
Penyerahan uang kepala dari Prajurit  Satgas Yonif R 600/Modang kepada  perwakilan keluarga Almarhum Bruno Amenim di rumah duka Kelurahan Bade, Distrik Edera,  Kabupaten Mappi. (FOTO: ISTIMEWA)

Penuhi Adat dan Permintaan Keluarga, Satgas Yonif R 600/Modang Berikan Uang Adat Di Atas Peti Disaksikan Warga

0
Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr Raflus Doranggi  memukul tifa sebagai tanda menutup  kegiatan Muskab PMI Kabupaten Puncak  di Hotel Grand Mozza Timika, Papua. (Foto: Cartenz News/Yosefina)

Kembali Pimpin PMI Puncak Papua, Elpina Kogoya akan Bentuk PMR

0
Suasana pelayanan kesehatan di Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika. (Foto Yosefina/Cartenz News)

Pelayanan di Puskesmas Timika Jaya 24 Jam

0
Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

0
‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

February 4, 2026
Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

February 4, 2026
Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

February 2, 2026
Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

February 2, 2026

Recent News

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

‎Tujuh Pelaku Pembunuhan di Belakang Kantor Pos Diserahkan ke Kejari Mimika dan Segera Disidangkan

February 4, 2026
Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

Seorang Pelajar Dikeroyok OTK di SP 1 Mimika, Alami Luka Tikam Ditusuk Kanan

February 4, 2026
Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

Polsek Miru Beberkan Motif Curas Sadis di Jalan Bougenvil Mimika

February 2, 2026
Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Sosialisasi Penanaman Nilai Nasionalisme dan Disiplin Sejak Usia Dini

February 2, 2026
Iklan KPU - 1 Abad Nubuatan I.S. Kijne untuk Tanah Papua
Cartenz News

Follow Us

Rubrik

  • Berita Utama
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial dan Budaya
  • Sosok
  • Teknologi
Iklan Sumpah Pemuda Distrik Alama
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2022 Cartenz News

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya

© 2022 Cartenz News