TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Rabu (29/4) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Tentang Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk Kabupaten Mimika Tahun 2026 bertempat di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua Tengah.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika Fransiskus Bokeyau mewakili Bupati Mimika Johanes Rettob secara resmi membuka kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam kesempatan itu hadir juga para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mimika, kepala distrik, lurah dari 19 kelurahan, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan perempuan serta tamu undangan.
“Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, harmonis, dan sejahtera. Keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah bukan hanya menjadi cita-cita setiap pasangan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat,” kata Bokeyau.
Dalam kehidupan berumah tangga, kata Bokeyau, kerap tidak selalu berjalan mulus. Berbagai dinamika dan permasalahan muncul dan jika tidak dikelola dengan baik dapat berujung konflik bahkan perceraian.
“Pemahaman yang benar mengenai pernikahan, talak, ceral, dan rujuk menjadi sangat penting bagi masyarakat. Melalui keglatan ini, Pemkab Mimika berupaya memberikan edukasi dan pemahaman yang komperhensif kepada seluruh lapisan Masyarakat,” katanya.
Selain itu, pemahaman juga diberikan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) dị tingkat distrik dan kelurahan serta para tokoh di tengah masyarakat yang memiliki peran strategis dalam membina kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Pemkab Mimika menyambut baik kehadiran seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun keluarga yang harmonis dan masyarakat yang berdaya.
Ia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat dan semua pihak dapat meningkatkan pemahaman terhadap aturan dan ketentuan terkait pernikahan, perceraian, rujuk dan menguatkan peran keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan daerah.
“Selain itu sosialisasi juga sangat penting untuk mendorong terciptanya kehidupan rumah tangga yang harmonis, saling menghargai, dan bertanggung jawab serta menekan angka perceraian melalui pendekatan edukatif dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Bokeyau.
Pihaknya juga mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mengikuti kigiatan ini formalitas, tetapi benar-benar menyerap materi yang disampakan. Setelah itu diharapkan menjadl agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apreslasl kepada seluruh panitia penyelenggara serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini,” kata Bokeyau. (Dedy)




























