TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, meminta orangtua memperkuat pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga untuk menghadapi derasnya arus informasi dan pengaruh negatif media sosial.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Ananias Faot, mengatakan keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak.
Hal itu disampaikan Ananias saat membuka kegiatan Pembentukan dan Penumbuhan Karakter Keluarga melalui Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila di Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ananias, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Pembangunan manusia yang memiliki karakter, moral, integritas, dan rasa cinta terhadap bangsa juga harus menjadi perhatian.
“Bangsa yang besar bukan hanya dibangun melalui pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi yang paling mendasar adalah pembangunan kapasitas manusia yang memiliki karakter, moral, integritas serta kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ujar Ananias.
Orangtua harus menjadi teladan
Ananias mengatakan anak-anak saat ini merupakan calon pemimpin Mimika pada masa depan. Karena itu, pembentukan karakter tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah dan pemerintah.
Nilai kejujuran, disiplin, toleransi, menghargai perbedaan, serta gotong royong, kata dia, harus ditanamkan sejak anak berada di lingkungan keluarga.
“Keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk kepribadian anak,” katanya.
Ia menekankan, orangtua harus menjadi contoh bagi anak dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Sebab, anak tidak hanya belajar dari nasihat, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang kita katakan, tetapi lebih banyak belajar dari apa yang kita lakukan,” ujar Ananias.
Menurut dia, pengamalan Pancasila juga tidak berhenti pada kemampuan menghafalkan lima sila. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti menghormati sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil.
Waspadai pengaruh media sosial
Ananias juga mengingatkan orangtua untuk memberikan perhatian lebih terhadap penggunaan media sosial oleh anak.
Perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, pengaruh budaya luar, individualisme, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja dinilai menjadi tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda.
Ia meminta orangtua mendampingi anak ketika menerima informasi melalui media sosial, terutama karena informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat menyebar.
“Kita harus terus mawas diri dan mengingatkan anak-anak kita agar tidak mudah terpengaruh oleh situasi apa pun,” katanya.
Ananias menegaskan, menjaga generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keluarga, sekolah, lembaga agama, lembaga adat, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Empat hal yang perlu diperkuat
Untuk membentuk karakter generasi muda, Ananias menyebut empat hal yang perlu diperkuat.
Pertama, menjadikan keluarga sebagai pusat pendidikan karakter melalui perhatian, pendampingan, dan komunikasi yang sehat antara orangtua dan anak.
Kedua, memperkuat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman Mimika yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya.
Ketiga, membentuk generasi muda yang memiliki rasa cinta Tanah Air, disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab.
Keempat, memperkuat sinergi keluarga, sekolah, pemerintah, lembaga agama, lembaga adat, serta seluruh elemen masyarakat.
Diikuti 200 peserta
Kasubid Pembinaan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Lodik Kaize, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 200 peserta.
Peserta terdiri dari orangtua siswa serta guru pendamping tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Mimika.
Menurut Lodik, kegiatan tersebut bertujuan membentuk individu yang berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu juga diarahkan untuk memperkuat landasan moral, toleransi, kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab anak.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Mimika melalui Kesbangpol untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penghayatan dan pengamalan Pancasila yang dimulai dari lingkungan keluarga. (LE)

























