TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyiapkan perencanaan pengembangan kawasan Bundaran Pohon Jomblo sebagai salah satu upaya menata ruang publik sekaligus mengurai persoalan lalu lintas di titik yang menjadi salah satu kawasan sibuk di Timika.
Langkah tersebut dibahas dalam Seminar Pendahuluan Perencanaan Pengembangan Bundaran Pohon Jomblo yang dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, S.Sos., M.M., di Hotel Cenderawasih 66 Timika, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan konsultan perencanaan CV Antera. Seminar dibuka Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Mimika, Dr. Ir. Yohana Paliling, M.Si.
Turut hadir Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi, Kepala Inspektorat Mimika Dwi Cholifah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Abriyanti Nuhuyanan, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Sumitro Hamzah, serta perwakilan distrik, ATR/BPN, lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan media.
Yohana mengatakan, penataan Bundaran Pohon Jomblo diperlukan seiring dengan perkembangan Kota Timika yang semakin pesat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah.
Menurutnya, peningkatan volume kendaraan dan aktivitas masyarakat membutuhkan penataan ruang publik yang tidak hanya memperhatikan aspek lalu lintas, tetapi juga estetika dan kenyamanan masyarakat.
“Peningkatan volume kendaraan dan aktivitas masyarakat di titik-titik krusial menuntut adanya penataan ruang publik yang tidak hanya fungsional secara teknis lalu lintas, tetapi juga memiliki nilai estetika perkotaan,” ujarnya.
Yohana menyebut Bundaran Pohon Jomblo memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat sehingga penataannya perlu dilakukan melalui perencanaan yang lebih modern dan komprehensif.
“Kondisi eksisting di area Bundaran Pohon Jomblo saat ini memerlukan standardisasi infrastruktur jalan yang lebih mumpuni untuk meminimalisasi potensi konflik lalu lintas pada persimpangan,” katanya.
Ia mengatakan, kawasan tersebut nantinya diharapkan menjadi simpul transportasi yang dapat membantu mengurai kemacetan dan membuat pergerakan kendaraan lebih teratur.
“Perencanaan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya strategis untuk menciptakan sistem navigasi kota yang lebih aman dan efisien bagi seluruh pengguna jalan di Kabupaten Mimika,” jelasnya.
Selain persoalan lalu lintas, penataan Bundaran Pohon Jomblo juga diarahkan untuk menambah ruang terbuka hijau dan ruang interaksi publik.
Yohana menilai ketersediaan taman publik yang representatif di Mimika masih terbatas jika dibandingkan dengan perkembangan permukiman dan kawasan komersial.
Karena itu, perencanaan kawasan tersebut diharapkan dapat mempertahankan fungsi ekologis, seperti membantu penyerapan air dan menyediakan ruang hijau di tengah perkembangan perkotaan.
“Perencanaan yang komprehensif diperlukan agar fungsi ekologis seperti serapan air dan paru-paru kota tetap terjaga di tengah kepungan hutan beton dan aktivitas pertambangan yang menjadi karakteristik wilayah ini,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan Bundaran Pohon Jomblo nantinya tidak hanya memperlancar lalu lintas, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang sehat, ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kawasan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Mimika yang memperkuat wajah kota sekaligus menjaga nilai lingkungan.
“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses penyusunan dokumen ini, baik dari unsur pemerintah, konsultan perencana, maupun seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (LE)























