TIMIKA, CARTENZNEWS.com — Ketua Alumni Papeda-YPMAK, Hilarius Dolame, mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah memprioritaskan pembangunan universitas di Mimika untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Menurut Hilarius, keberadaan perguruan tinggi di Mimika akan memberi kesempatan kepada anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan di daerah sendiri tanpa harus selalu meninggalkan keluarga dan menempuh pendidikan hingga ke luar Papua.
Hal itu disampaikan Hilarius saat diwawancarai awak media di kantornya, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Investasi di bidang pendidikan juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Pemerintah harus berpikir tentang masa depan anak cucu di Kabupaten Mimika. Salah satu yang perlu dilakukan adalah membangun universitas untuk kepentingan generasi muda di daerah ini,” ujarnya.
Hilarius menyayangkan belum adanya universitas yang dibangun pemerintah di Mimika sesuai dengan harapannya. Padahal, menurut dia, potensi ekonomi daerah dapat menjadi salah satu modal untuk mengembangkan sektor pendidikan.
Ia meminta pemerintah mulai menyusun perencanaan pembangunan perguruan tinggi, termasuk skema pembiayaan, lokasi, program studi, dan sistem pengelolaan. Program pendidikan yang disiapkan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.
“Supaya anak-anak kita tidak harus selalu keluar daerah untuk kuliah di Jawa. Kita bisa mendatangkan tenaga pengajar ke sini, sehingga generasi muda dapat menempuh pendidikan tinggi di daerah sendiri,” katanya.
Universitas harus menjawab kebutuhan dunia kerja
Selain memperluas akses pendidikan, Hilarius menekankan pentingnya menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Ia menyoroti masih adanya lulusan perguruan tinggi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, termasuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Menurut dia, perguruan tinggi di Mimika nantinya tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik. Kurikulum dan program studi perlu dirancang agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan, mampu bersaing di pasar kerja, serta berpotensi menciptakan lapangan usaha.
Dengan demikian, universitas dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Hilarius berharap pembangunan perguruan tinggi menjadi bagian dari prioritas perencanaan jangka panjang pemerintah daerah dan provinsi, terutama untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda asli Papua.
Dana Otsus perlu mendukung pendidikan
Hilarius juga mendorong pembenahan tata kelola dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua agar penggunaannya lebih transparan, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengusulkan pembentukan badan khusus pengelola dana Otsus untuk memperkuat pengawasan dan memastikan alokasi anggaran bagi sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi tepat sasaran.
Menurut Hilarius, pembangunan universitas membutuhkan komitmen pemerintah, perencanaan yang matang, dan skema pendanaan yang jelas. Karena itu, ia meminta Pemkab Mimika dan Pemprov Papua Tengah mulai membahas langkah konkret untuk mewujudkan perguruan tinggi di Mimika.
“Anggaran yang besar harus bisa memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Pemerintah perlu fokus membangun universitas untuk kepentingan anak cucu dan masa depan generasi muda di daerah ini,” tutupnya. (LE)


























