TIMIKA, CARTENZNEWS.COM —Pemerintah Kabupaten Mimika mulai membangun Pusat Operasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kilo 11, Timika, Papua Tengah, Selasa (6/10/2026).
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meminta pembangunan fasilitas tersebut tidak berhenti pada seremoni peletakan batu pertama. Ia mendorong agar pembangunan segera diikuti program, penganggaran, serta dukungan lintas pihak sehingga pusat UMKM dapat berfungsi sebagai tempat pembinaan dan pengembangan usaha masyarakat.
Peletakan batu pertama dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi, perwakilan Kementerian UMKM RI, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Emanuel mengatakan Mimika memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui inovasi dan pengembangan UMKM agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Kami ini punya potensi luar biasa, sumber daya alam luar biasa, lalu sumber daya manusia juga siap. Ada inovasi-inovasi UMKM yang sudah kita lakukan dan boleh dikatakan sudah mencapai skala nasional,” kata Emanuel.
Menurut dia, Pemkab Mimika terus mendorong pelaku UMKM mengikuti berbagai kegiatan berskala nasional untuk memperkenalkan produk lokal. Peluang pemasaran juga mulai terbuka melalui sejumlah kerja sama, termasuk peluang memperkenalkan produk UMKM Mimika melalui jaringan perjalanan haji dan umrah.
Jangan berhenti di peletakan batu pertama
Emanuel secara khusus meminta Dinas Koperasi dan UMKM memastikan pembangunan Pusat Operasi UMKM berjalan hingga selesai dan tidak mengulang pengalaman proyek yang hanya berhenti pada seremoni.
“Saya mau ingatkan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, saya ini sudah meletakkan batu pertama untuk pembangunan koperasi dan UMKM beberapa kali. Jangan sampai peletakan batu pertama selesai, habis itu muncul lagi peletakan batu,” tegasnya.
Ia meminta program dan anggaran segera disiapkan agar fasilitas tersebut dapat direalisasikan sesuai tujuan awal.
“Segera programkan, segera mulai dengan kerja sama yang ada, segera menganggarkannya. Bagaimana supaya peletakan batu pertama ini harus direalisasikan karena memang tempat ini harus menjadi tempat pembinaan,” ujarnya.
Emanuel mengatakan pusat tersebut nantinya tidak hanya berupa bangunan, tetapi harus menjadi tempat pelayanan, pelatihan, pendampingan, dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
Berada di antara wilayah Amungme dan Kamoro
Menurut Emanuel, lokasi di Kilo 11 dipilih karena dinilai strategis dan berada di antara wilayah masyarakat Amungme dan Kamoro.
Meskipun berada di luar pusat kota, lokasi tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan dan pelatihan UMKM.
“Memang jarak ini jauh, tetapi kenapa ditempatkan di sini? Karena tempat ini berada di tengah-tengah. Dari Amungme bisa turun, dari Kamoro bisa naik ke sini dan di sini kita mendapatkan pelayanan, pelatihan dan sebagainya,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut setelah pembangunan selesai. Pusat UMKM itu, kata dia, merupakan aset bersama yang dipersiapkan untuk mendukung kemandirian generasi muda Mimika.
“Ketika pembangunan ini jadi, saya harap masyarakat menggunakannya. Yang kedua, menjaga dengan baik,” katanya.
Emanuel berharap keberadaan pusat tersebut dapat melahirkan pelaku UMKM yang mandiri dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Minta dukungan pemerintah pusat
Pemkab Mimika juga berharap pemerintah pusat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan UMKM di daerah, terutama melalui kebijakan, pendanaan, pendampingan, dan penguatan program.
Emanuel menilai dukungan Kementerian UMKM RI penting agar pembangunan pusat UMKM dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain pemerintah pusat, keterlibatan gereja, lembaga kemasyarakatan, dan yayasan juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Pusat Operasi UMKM Mimika nantinya ditargetkan menjadi sentra pembinaan yang menyediakan pelatihan, pendampingan, pemasaran, hingga pengembangan usaha.
Pemkab Mimika berharap fasilitas tersebut dapat memperkuat kemandirian UMKM lokal sekaligus membuka akses pasar dari tingkat daerah hingga nasional dan internasional. (LE)
























