TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya.
Ketua FKDM Kabupaten Mimika, Luky Mahakena, mengatakan kemampuan menyaring informasi menjadi hal penting di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Menurut Luky, informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya berpotensi menimbulkan salah persepsi apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan. Kondisi tersebut bahkan dapat berkembang menjadi keresahan di masyarakat.
Informasi dari lapangan harus diverifikasi
Luky mengatakan FKDM merupakan salah satu mitra pemerintah dalam memberikan informasi awal mengenai perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.
Namun, informasi yang diperoleh anggota FKDM dari lapangan tidak dapat langsung diteruskan kepada pemerintah. Informasi tersebut perlu ditelaah dan diverifikasi terlebih dahulu agar memiliki dasar yang jelas.
“Kita berharap melalui kegiatan ini teman-teman FKDM, baik di tingkat kabupaten maupun distrik, semakin memahami peran dan tugasnya, terutama bagaimana membangun komunikasi dan mengelola informasi untuk membantu tugas-tugas pemerintah,” ujar Luky.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan FKDM dari seluruh 18 distrik di Kabupaten Mimika turut hadir.
Menurut Luky, keberadaan anggota FKDM hingga tingkat distrik dan kampung penting untuk memperkuat jaringan kewaspadaan dini. Jaringan tersebut diharapkan dapat menghubungkan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat dengan pemerintah daerah sekaligus membantu mengidentifikasi persoalan sejak dini.
Jangan asal meneruskan informasi di media sosial
Perkembangan media sosial menjadi salah satu perhatian FKDM. Luky meminta masyarakat tidak meneruskan informasi hanya karena kabar tersebut sedang ramai diperbincangkan.
Ia juga mengingatkan agar informasi yang dicurigai sebagai hoaks diperiksa kembali sebelum dibagikan.
“Kalau ada informasi yang kita anggap hoaks, jangan langsung diteruskan. Kita harus menilai kembali dan memastikan informasi tersebut benar atau tidak,” tegasnya.
Luky mengatakan informasi yang benar dan memiliki dasar yang jelas dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat. Informasi tersebut juga dapat menjadi bahan dalam menentukan kebijakan.
Karena itu, anggota FKDM di tingkat distrik hingga kampung diharapkan mampu membedakan informasi faktual, disinformasi, dan informasi yang berpotensi memprovokasi masyarakat.
Media diminta ikut perkuat literasi digital
Selain mengingatkan masyarakat, FKDM juga mengajak insan pers dan pengelola media digital di Mimika untuk ikut meningkatkan literasi informasi.
Menurut Luky, media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus membangun kebiasaan memeriksa kebenaran sebuah kabar sebelum mempercayainya.
“Tujuan kita sama, yaitu membangun Mimika yang aman, damai dan mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Ia berharap Bimtek FKDM memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan tugas anggota di lapangan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan mulai dari menghimpun informasi, menelaah, melakukan verifikasi, hingga menyampaikannya secara bertanggung jawab.
Luky menekankan informasi dari tingkat distrik maupun kampung harus menjadi masukan yang konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Informasi itu harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan,” pungkasnya. (LE)























