TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Sebanyak 54 umat Buddha dari Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire mengikuti Pelatihan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) 2026 di Hotel Horison Diana Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, 12-15 September 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan umat Buddha Papua Tengah menghadapi STG Nasional ke-12 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Jambi pada 3-7 November 2026.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam bidang keagamaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kesiapan kontingen Papua Tengah sebelum mengikuti ajang tingkat nasional.
Pembukaan pelatihan dihadiri Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Hukum dan Pemerintahan, Dr. Ir. Yohana Paliling, M.Si., yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Ketua Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) Kabupaten Mimika, para pembina dan pelatih, tokoh agama Buddha, pengurus kegiatan, serta seluruh peserta.
Perkuat Pembinaan dan Nilai Keagamaan
Dalam rangkaian kegiatan, umat Buddha juga melaksanakan Ulambana, tradisi sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan leluhur melalui doa serta pelimpahan jasa.
Peserta juga dijadwalkan mengikuti nonton bersama film dokumenter keagamaan Jejak Langkah Sang Pelopor di Nusantara pada Senin pukul 18.45 WIT di XXI Diana.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan peserta mengenai sejarah perkembangan dan pembawa Dharma di Tanah Air.
Ketua LPTG Kabupaten Mimika, Jemmy, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap umat Buddha, termasuk dukungan anggaran untuk berbagai kegiatan keagamaan.
Menurut dia, perhatian pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
Yohana: Pembangunan Tak Hanya Soal Infrastruktur
Sementara itu, Yohana Paliling mengatakan pembinaan keagamaan yang dilakukan secara terarah dan berkesinambungan diharapkan mampu membentuk umat yang tidak hanya memiliki kemampuan keagamaan, tetapi juga menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai seperti kebajikan, kedamaian, kesabaran, pengendalian diri, kasih sayang, toleransi, kebijaksanaan, serta kepercayaan terhadap sesama merupakan nilai universal yang sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” katanya.
Yohana menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika memandang pembinaan keagamaan memiliki arti strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Pembangunan, kata dia, tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mencakup pembangunan manusia yang berkarakter, beriman, berakhlak, berbudaya, serta mampu hidup berdampingan secara damai dalam keberagaman.
“Mimika merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat. Keberagaman ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, lembaga keagamaan, tokoh agama, pendidik, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat.
Dengan pelatihan tersebut, 54 peserta diharapkan semakin siap membawa nama Provinsi Papua Tengah dan menunjukkan kemampuan terbaik pada STG Nasional ke-12 di Jambi.
Pelatihan STG 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan umat Buddha Papua Tengah sebelum menghadapi ajang nasional. (LE)
























