TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Sebanyak 502 pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan delapan bidang kompetensi yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) 2026. Pemerintah daerah berharap pelatihan ini tidak berhenti pada sertifikat, tetapi membuka jalan menuju pekerjaan dan usaha mandiri.
Pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika itu dibuka Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, di Gedung Tongkonan, Timika, Kamis (3/9/2026).
Delapan kompetensi yang diberikan meliputi sekuriti, operator alat berat, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mekanik alat berat, kelistrikan, pertukangan, tata boga, serta pembawa acara atau master of ceremony (MC).
Saat membacakan sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob, Petrus mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia juga perlu diperkuat agar masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga pembentukan SDM yang berkualitas, produktif, dan adaptif. Maka pelatihan ini sangat membantu bagi para pencari kerja di Mimika,” kata Petrus.
Menurut dia, peserta tidak seharusnya menjadikan sertifikat sebagai tujuan akhir. Keterampilan yang diperoleh harus benar-benar dikuasai dan dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha.
Petrus mengatakan pemerintah ingin Dana Otsus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat OAP, salah satunya melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
“Manfaatkanlah kesempatan berharga ini dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun, bertanyalah jika belum paham, dan asahlah keterampilan kalian. Karena keterampilan yang kalian miliki kelak adalah bekal masa depan,” ujarnya.
Disesuaikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Petrus mengatakan delapan bidang pelatihan dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar tenaga kerja di Mimika maupun daerah lain.
Kompetensi operator dan mekanik alat berat, K3, kelistrikan, serta sekuriti diarahkan untuk memperbesar peluang peserta masuk ke sektor industri dan jasa.
Sementara keterampilan pertukangan, tata boga, dan MC dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri dan sumber pendapatan baru.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap program tersebut mampu menghasilkan dampak yang lebih konkret, mulai dari meningkatnya keterampilan pencari kerja, terbukanya kesempatan kerja, hingga lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan OAP.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Mimika mengarahkan pemanfaatan Dana Otsus untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia OAP agar lebih siap memasuki dunia kerja dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. (LE)
























