TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Sebanyak 173 calon haji asal Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masuk dalam daftar persiapan keberangkatan ibadah haji 2027. Dari jumlah tersebut, baru 130 jamaah yang menyatakan siap berangkat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, H. Muh. Hilal, mengatakan jumlah calon haji tersebut bertambah dari data awal sebanyak 168 orang setelah dilakukan verifikasi data.
“Untuk tahun 2027, awalnya yang masuk daftar itu 168 jamaah. Dalam verifikasi data, yang melaporkan kesiapan baru 130 orang. Kemudian dalam verifikasi kedua ada tambahan lima jamaah, sehingga keseluruhannya menjadi 173 jamaah,” ujar Hilal saat ditemui di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Jalan Hasanuddin, Rabu (2/9/2026).
Menurut Hilal, pihaknya masih menunggu calon haji lainnya yang belum menyampaikan kepastian untuk mengikuti keberangkatan tahun depan.
“Yang sudah menyatakan siap berangkat itu baru 130 jamaah. Yang belum melaporkan masih kami tunggu,” katanya.
Paspor dan visa mulai diproses
Persiapan keberangkatan calon haji Mimika kini mulai memasuki tahap administrasi. Dari 130 jamaah yang telah menyatakan siap berangkat, sekitar 70 hingga 80 persen telah membuat dan menyelesaikan paspor.
Pengurusan visa juga mulai dilakukan terhadap jamaah yang dokumen paspornya telah tersedia.
“Pembuatan paspor sudah dilakukan jamaah, meskipun belum keseluruhan. Sekitar 70-80 persen dari 130 jamaah sudah melakukan pembuatan paspor dan paspornya sudah selesai. Hari ini sudah hari keempat proses visa bagi jamaah yang paspornya sudah ada,” ujar Hilal.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih awal
Selain administrasi, pemeriksaan kesehatan calon haji juga mulai dilakukan. Pemeriksaan melibatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika bersama Dinas Kesehatan, RSUD, serta tiga puskesmas yang telah ditetapkan.
Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung mulai Kamis dan Jumat, kemudian dilanjutkan secara bertahap sampai seluruh calon haji selesai menjalani pemeriksaan.
Hilal mengatakan kondisi kesehatan menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah seorang jamaah dinyatakan layak mengikuti keberangkatan.
“Tentu pemberangkatan jamaah nanti ditentukan oleh hasil kesehatannya, apakah layak untuk berangkat atau tidak. Kita berharap semua jamaah yang menyatakan siap berangkat dalam keadaan sehat, sehingga seluruhnya bisa diberangkatkan,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Langkah tersebut, kata Hilal, memberikan waktu bagi jamaah yang memiliki masalah kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan sebelum masa keberangkatan.
“Ini untuk memproteksi jamaah yang akan berangkat. Ada penyakit yang masih bisa dilakukan pemeriksaan dan pengobatan rutin, sehingga pada saat keberangkatan nanti insya Allah bisa dinyatakan layak berangkat,” ujarnya.
Jantung dan TBC menjadi perhatian
Hilal belum dapat memastikan penyakit yang paling banyak ditemukan pada calon haji karena pemeriksaan masih berlangsung.
Namun, penyakit jantung dan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) menjadi beberapa kondisi yang mendapat perhatian dalam penilaian kesehatan jamaah.
“Contohnya penyakit jantung, kemudian penyakit menular seperti TBC. Itu salah satu contoh penyakit yang bisa menghalangi jamaah untuk berangkat. Tetapi untuk penyakit jantung juga ada tingkatannya,” kata Hilal.
Ia menegaskan, keputusan mengenai kelayakan jamaah untuk berangkat sepenuhnya didasarkan pada hasil pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan yang berwenang.
Diperkirakan berangkat April 2027
Untuk jadwal keberangkatan, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai tanggal pasti keberangkatan calon haji Mimika.
Hilal mengatakan keberangkatan sementara diperkirakan berlangsung pada April 2027. Namun, kepastian jadwal masih menunggu informasi resmi.
“Untuk pemberangkatan sampai hari ini kita belum ada informasi pasti. Perkiraannya di bulan April, tetapi untuk kepastiannya kita belum tahu. Kemungkinan besar bulan April sudah diterbangkan,” pungkasnya. (LE)


























