BIAK, CARTENZNEWS.COM – Senin malam (8/6/2026) pukul 18.20 WIT jadi penanda akhir pencarian fisik korban ledakan Kompleks Perikanan Biak Numfor.
Bendera SAR diturunkan setelah 9 hari tim gabungan menyisir puing. Tapi bagi 3 keluarga korban, penantian belum selesai. Identitas orang yang mereka sayangi masih menunggu kepastian dari laboratorium.
Operasi SAR Gabungan dipimpin Basarnas Biak resmi ditutup karena tidak lagi ditemukan tanda korban maupun serpihan baru di TKP sejak 31 Mei 2026. Kasie Ops Basarnas Biak Andarias Alik, S.E. menyampaikan keputusan itu diambil setelah evaluasi bersama unsur terkait dan keluarga.
“Selama sembilan hari tim sudah maksimal. Hari ke-9 tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi korban. Operasi SAR Gabungan resmi ditutup,” jelas Andarias.
Meski pencarian lapangan stop, kerja penyidik justru masuk babak paling detail. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H. menyebut fokus sekarang: olah TKP lanjutan dan identifikasi ilmiah.
“Sampai saat ini kami masih melakukan olah TKP menyeluruh. Sampel serpihan logam, fragmen, dan tanah sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Polri. Kami tunggu hasilnya untuk tahu penyebab pasti ledakan,” ujar AKBP Ari.
Tim Inafis bersama Labfor sudah memetakan titik ledakan, mendokumentasi pola kerusakan, dan mengamankan barang bukti. 28 saksi juga sudah diperiksa: pekerja, warga, korban selamat. Semua keterangan dicocokkan dengan data forensik.
Dari 9 korban ditemukan, 6 sudah teridentifikasi dan dipulangkan ke keluarga. Sisanya 3 korban masih berstatus “anonim”. Tim DVI Polri bekerja 24 jam mencocokkan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem jenazah.
Metodenya ilmiah dan teliti: sidik jari, rekam medis gigi, ciri fisik, properti pribadi, sampai uji DNA. Proses ini butuh waktu agar identitas yang diserahkan ke keluarga 100% akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Kami belum bisa simpulkan penyebab ledakan sebelum hasil lab dan identifikasi 3 korban keluar. Setelah semua lengkap dan dianalisis, akan kami sampaikan ke publik,” tambah Kapolres.
Pemkab Biak Numfor tidak tinggal diam. Posko Kesehatan di Hotel Mapia masih buka untuk cek medis dan konseling trauma bagi keluarga korban serta warga sekitar TKP. Tim juga sudah mendata rumah warga yang rusak kena dampak ledakan untuk tahap renovasi.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. meminta warga Biak tetap tenang dan beri ruang kerja maksimal untuk penyidik.
“Polda Papua komitmen ungkap penyebab ledakan secara transparan dan ilmiah. Kami imbau masyarakat tidak menyebar info yang belum terverifikasi,” tegas Kombes Cahyo.
Sementara imbauan untuk warga sekitar Kompleks Perikanan:
1. Jangan sentuh benda mencurigakan* seperti serpihan logam, kabel, atau benda asing. Bisa jadi sisa bahan peledak.
2. Segera lapor 110 atau Polsek terdekat* jika menemukan material mencurigakan. Petugas Jibom akan menangani sesuai prosedur.
3. Ikuti arahan garis polisi* karena area TKP masih steril untuk penyelidikan lanjutan.
4. Dukung keluarga korban* dengan doa dan empati. Jangan sebarkan foto/video jenazah di media sosial.
“Dengan ditutupnya SAR, tugas kita sekarang jaga keselamatan bersama dan bantu polisi tuntas mengungkap kasus ini,” tutup Kabid Humas.























