TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Drs. Ananias Faot, M.Si., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, membuka kegiatan diklat dan sertifikasi mediator terakreditasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Batch 35 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Roomeeting Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika, Senin, (01/06/2026) Timika, Papua Tengah.
Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Pengadilan Negeri Mimika, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Mimika, Ketua FKUB kabupaten Mimika, pimpinan PGGM Mimika, Ketua Pusat Bantuan Mediasi GKI (PBM-GKI), Pimpinan Pusat Inisiatif Perdamaian Papua dan peserta diklat.
Ananias menyampaikan apresiasinya kepada pusat bantuan mediasi GKI (PBM-GKI), Pusat Inisiatif Perdamaian Papua, dan seluruh lembaga pendukung yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting dan strategis tersebut.
Pemberdayaan mediasi melalui diklat dan sertifikasi mediator terakreditasi Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam semangat hari lahir Pancasila guna mewujudkan ‘Mimika Rumah Kita’ yang damai, harmonis, dan berkeadilan.
“Kita menyadari dinamika sosial di daerah kita cukup kompleks dengan berbagai persoalan. Dengan adanya kehadiran mediator yang terlatih, terdidik dan terakreditasi Mahkamah Agung diharapkan dapat ikut membantu membangun suasana damai yang sangat di kabupaten Mimika,” ujar Ananias membawakan sambutan Bupati John Rettob.
Menurut Ananias, Kabupaten Mimika adalah rumah bersama bagi berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
“Keberagaman ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga melalui semangat persaudaraan, dialog, toleransi, dan penyelesaian persoalan secara damai,” katanya.
Ananias menilai kehadiran mediator profesional sangat dibutuhkan sebagai jembatan perdamaian di tengah masyarakat.
“Mediator bukan hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga membangun komunikasi, memperkuat hubungan sosial, dan menghadirkan solusi yang adil dan bermartabat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, momentum hari lahir Pancasila yang diperingati bersama pada tanggal 1 juni ini mengingatkan kita bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas nilai persatuan, kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial.
“Nilai-nilai ini sangat sejalan dengan semangat mediasi,” katanya.
Dia berharap, agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu menjadi mediator ang profesional, humanis, berintegritas, dan mampu menjadi pembawa damai di lingkungan masing-masing.
Pemerintah mendukung penuh setiap upaya pembangunan budaya damai dan penguatan harmoni sosial demi terwujudnya visi Mimika Rumah Kita yang aman, damai, harmonis, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (Dedy)




























