LARANTUKA, CARTENZNEWS.COM — Kegiatan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat SMA seluruh Kabupaten Flores Timur berlangsung meriah dan penuh semangat intelektual di Aula La Menais, Larantuka, kota Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur sejak Senin- Rabu (27-29/4).
Kepala SMA Negeri 1 Adonara Tengah Yosep Tua mengatakan, LDBI Tingkat SMA tersebut menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berargumentasi serta menyampaikan gagasan secara sistematis dan logis.
“LDBI merupakan kompetisi debat antar siswa SMA yang mengangkat berbagai mosi aktual, khususnya isu-isu hangat di Flores Timur dari berbagai bidang. Kegiatan ini juga menjadi sarana penjaringan bakat dan talenta generasi muda di bidang literasi dan komunikasi,” ujar Yosep Tua.
Kompetisi ini diikuti oleh 20 tim dari 20 sekolah SMA pada babak penyisihan. Dari jumlah tersebut, 10 tim melaju ke babak semifinal hingga akhirnya 4 tim terbaik bertarung di babak final, yakni SMAN 1 Larantuka, SMAN 1 Adonara Tengah, SMAK Frateran Podor, dan SMAN Wulanggitang.
Yosep Tua menyampaikan apresiasi kepada peserta didik dari semua sekolah yang sudah menunjukkan kebolehan dalam debat.
“Mereka datang dari situasi yang berbeda, persiapan yang berbeda dan masuk 4 besar itu hal yang luar biasa. Jadikan pengalaman ini menjadi hal yang berharga untuk tahun yang akan datang.” ujar Yosep yang juga sebagai Pengurus MKKS Flores Timur.
Sementara itu Koordinator Umum LDBI Emanuel Mangu Hurit menyampaikan rasa bangga atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan serta apresiasi kepada dewan juri, kepala sekolah, guru pendamping, dan para peserta didik.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Pengumuman hasil lomba akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Emanuel mengatakan, LDBI diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas berpikir kritis dan kemampuan komunikasi siswa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menjaring siswa-siswi berbakat yang dapat mewakili daerah dalam kompetisi yang lebih tinggi.
Emanuel menjelaskan, setiap babak berlangsung kompetitif dengan sistem eliminasi. Para peserta diuji melalui mosi yang berbeda di setiap tahap, menuntut kemampuan analisis mendalam serta penyampaian argumen yang kuat dan terstruktur.
Menariknya, keempat tim finalis berasal dari latar belakang yang beragam. SMAN 1 Adonara Tengah mewakili wilayah pelosok Pulau Adonara. Sementara SMAN Wulanggitang berasal dari daerah yang dikenal rawan erupsi Gunung Lewotobi.
Sedangkan dua sekolah lainya berasa di dalam kota Larantuka. Perbedaan kondisi geografis dan infrastruktur tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk menunjukkan kualitas debat yang unggul.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol semangat pemerataan pendidikan dan kesempatan bagi seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang wilayah,” kata Emanuel.
Hasil akhir LDBI bersama cabang lomba lainnya seperti O2SN, LDI, dan FLS3N akan diumumkan dalam apel peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 sekaligus menjadi momen penghargaan bagi para pelajar berprestasi di Flores Timur. (Dedy)





























