LARANTUKA, CARTENZNEWS.COM — Pewaris tahta kerajaan Larantuka membuka pintu devosi Tuan Ma sebagai tanda dimulainya prosesi Semana Santa atau Tri Hari Suci di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, ujung timur Pulau, Nusa Tenggara Timur, Jumat (3/3).
Tradisi ini sudah berjalan selama 5 abad dimulai sekitar abad ke 16, sejalan dengan kedatangan Portugis menyebarkan agama Katolik di wilayah NTT.
Ribuan peziarah domestik maupun mancanegara mengantri panjang di depan Kapela Tuan Ma pasca pewaris tahta kerajaan Katolik Larantuka membuka pintu devosi Tuan Ma. Para peziarah datang untuk mengikuti salah satu tradisi sakral cium kaki Tuan Ma.
Tradisi cium kaki Tuan Ma sendiri berarti penyerahan diri kepada Bunda Maria Mater Dolorosa. Salah satu peziarah asal Adonara, Vinsen Mangu Ike mengatakan dirinya bersama keluarga datang untuk bisa mengikuti seluruh rangkaian prosesi Semana Santa, salah satunya cium Tuan Ma dimana hanya dilakukan oleh umat Katolik.
Selain itu, ia juga mempunyai wujud khusus kepada Tuan Ma atau Bunda Maria yang dipercaya dapat memberikan kekuatan iman dalam menjalani kehidupan sehari hari sebagai umat Katolik serta memohon perdamaian bagi bangsa dan dunia yang saat ini dilanda konflik dan perang.
“Sebetulnya tujuan ke sini bersama keluarga untuk berdoa. Kita juga mendoakan untuk dunia seperti yang kita ketahui sedang dilanda konflik dan perang di Iran,” ujar Vinsen di Larantuka, Flores Timur, NTT, Jumat (3/3).
Tradisi cium kaki Tuan Ma sudah dijalankan umat Katolik di paroki Katedral Reina Rosari Larantuka sejak 5 abad lalu dan masih terus dijaga hingga saat ini. (Dedy LG)


























