TIMIKA, CARTENZNEWS.com – Tiga mantan anggota TPNPB-OPM Kelompok Kalenak Murib yang pernah terlibat melakukan gangguan tembakan pada saat pembagian BLT di kantor Distrik Sinak tahun 2025, secara resmi menyatakan Ikrar Setia kembali kepada pangkuan NKRI dalam Acara Ikrar NKRI yang dilaksankan di Pos Agandugume Satgas Yonif 142/KJ.
Prosesi Ikrar Setia ini disaksikan langsung oleh Aparat Keamanan (Apkam) dan Para tokoh masyarakat di Distrik Agandugume, Rabu (21/1).
Dalam pernyataan ikrarnya, 3 orang eks TPNPB-OPM dengan tegas menyatakan akan selalu setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta berkomitmen untuk mendukung keamanan, ketertiban, dan pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Distrik Agandugume.
Salah satu perwakilan eks OPM atas nama Kataw Kulua menyampaikan bahwa keputusan kembali ke pangkuan NKRI diambil atas kesadaran penuh dan tanpa ada paksaan dari pihak siapapun. Ia menegaskan bahwa jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat, melainkan hanya menimbulkan penderitaan dan menghambat kemajuan Papua.
Danpos Agandugume Kapten Inf Muh Zandra, menegaskan kegiatan Ikrar ini diharapkan eks anggota TPNPB- OPM tidak kembali ke kelompok tersebut, melainkan jadi tauladan serta mengajak Simpatisan lainnya untuk mengikuti langkah kembali ke NKRI demi perubahan dan masa depan yang lebih baik.
“Kepada saudara-saudara kita yang pada hari ini telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh atau mengikuti kelompok TPNPB-OPM , serta melaporkan kepada Apkam setempat apabila mengetahui keberadaan simpatisan atau anggota TPNPB-OPM untuk ditindaklanjuti,” tegas Danpos Agandugume .
Tokoh masyarakat Distrik Agandugume yang diwakili oleh Meinus Tabuni turut menyampaikan apresiasi atas langkah tegas dan berani yang diambil oleh tiga eks TPNPB-OPM tersebut. Mereka berharap ikrar setia ini dapat menjadi contoh nyata dan pemantik kesadaran bagi pihak-pihak yang masih bertahan di jalan separatisme untuk segera kembali ke pangkuan NKRI, serta bersama-sama membangun Papua yang kondusif, aman, sejahtera, dan damai.
“Masyarakat dapat menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan tenang, tanpa rasa takut dan trauma akibat gangguan maupun ancaman dari kelompok TPNPB-OPM,” katanya. (red)




























