TEHERAN, CARTENNEWS.COM – Serangan udara kembali meraung di Israel setelah serangan rudal diluncurkan secara simultan dari Lebanon dan Iran memaksa warga berlindung di berbagai sudut kota.
Sementara di Iran sebuah pangkalan polisi di Teheran dilaporkan hancur akibat serangan udara di tengah gempuran berkelanjutan Amerika Serikat dan Israel. Alarm sirene berbunyi di tengah langit kota-kota termasuk Tel Aviv dan Yerusalem pada Rabu sore saat sistem pertahanan udara Israel mencegat serangan yang masuk.
Warga melaporkan terdengar ledakan keras akibat intersepsi di udara oleh sistem pertahanan. Serangan tersebut dilaporkan merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas dalam konflik yang kini memasuki hari kelima di mana Iran secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke arah wilayah Israel.
Sejak konflik ini memanas, setidaknya 11 orang di Israel tewas akibat serangan yang terus-menerus berlangsung. Sementara itu pangkalan polisi di Teheran, Iran dilaporkan hancur akibat serangan udara pada Selasa di tengah gempuran berkelanjutan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah tersebut. Pangkalan polisi yang menjadi sasaran berada di dekat alun-alun Enghelab atau alun-alun revolusi, kawasan strategis di jantung kota Teheran.
Rekaman menunjukkan puing-puing berserakan di jalan sementara para pekerja berupaya membersihkan dan sisa-sisa bangunan yang hancur. Sejak Sabtu beberapa pusat kepolisian dan lokasi militer lainnya di Teheran dilaporkan menjadi target serangan seiring meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Sementara itu keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang Iran memicu perdebatan besar. Bukan hanya soal risiko perang Timur Tengah saja tapi soal alasan yang didelai terus berubah. Awalnya Washington menyatakan serangan ini untuk memperingatkan program nuklir Iran. Tapi Donald Trump justru mengisyaratkan perang bisa berlangsung lebih lama bahkan hingga beberapa pekan ke depan.
“Beberapa saat yang lalu militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran sekelompok orang yang sangat keras dan mengerikan dan jahat. Aktivitas mereka yang mengancam secara langsung membahayakan pasukan kami, pangkalan militer kami diluar negeri dan sekutu kami di seluruh dunia.” kata Trump
Trump juga mengklaim Amerika memiliki persediaan senjata yang sangat besar untuk mendukung operasi militer berkelanjutan.
“Dalam 36 jam terakhir Amerika Serikat dan para mitranya telah meluncurkan operasi Epic Fury salah satu ofensif militer terbesar, paling kompleks dan paling dashyat yang pernah disaksikan dunia. Operasi tempur saat ini masih berlangsung dengan kekuatan penuh dan akan terus berlangsung sampai semua tujuan kami tercapai.” tegas Trump (Dedy LG)



























