TIMIKA, CARTENNEWS.COM – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si., dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Mimika Baru mengatakan Distrik Mimika Baru adalah Ibu Kota Pemerintah Kabupaten Mimika yang tentu memiliki banyak persoalan. Dan persoalan yang kita hadapi itu sangat kompleks. Setiap tahun musyawarah perencanaan pembangunan ini dilakukan.
“Kita berharap perencanaan dari bawah itu benar-benar terwujud, terlaksana secara terukur sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hilangkan stigma bahwa perencanaan dari bawah tetapi yang dilaksanakan program dari atas. Ini berarti menunjukkan bahwa tidak ada sinkron. Tidak terjadi sinkronisasi antara perencanaan dari bawah dan perencanaan dari atas.”katanya
Ia melanjutkan, dari 11 kelurahan, tiga kampung yang ada, saya berharap ini sudah dilakukan di Musrenbang tingkat kelurahan maupun tingkat kampung secara benar.
“Saya katakan benar karena kadang-kadang kumpul dua orang yang berkepentingan di situ lalu membuat perencanaan yang kemudian hari ini dibahas di sini tidak mengakomodir kebutuhan riil masyarakat. Berharap sekali hari ini melalui Musrenbang tingkat Distrik semua usulan, rencana, program maupun kegiatan yang disampaikan dari tingkat bawah dibuat skala prioritas sesuai dengan arahan dari tim asistensi Bapeda” kata Ananias
Ia berharap team asistensi dari Bapeda tolong perhatikan setiap perincian yang ada mulai dari tingkat bawah, masalah infrastruktur, masalah ekonomi, masalah pemberdayaan masyarakat.
“Tiga ini menjadi hal utama, menjadi acuan dan pedoman bagi rekan-rekan peserta Musrenbang ini untuk bisa memikirkan hal-hal yang baik dan jika memunculkan inovasi-inovasi baru akan jauh lebih baik. Tentu harus menyesuaikan dengan apa yang menjadi visi dan misi pemerintah daerah.” ungkapnya
Lanjut, Ananias katakan, apa yang kita rencanakan kita berharap jalan dan tidak hanya untuk kepentingan segelintir orang. Kita rencanakan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Khusus infrastruktur memang sejak saya jadi kepala distrik di sini tahun 2016 kendala utama kita di infrastruktur itu adalah penataan drainase di dalam kota. Ada teman-teman dari PU, tolong bantu. Jangan saat hujan banjir, baru kita saling menyalahkan satu dengan yang lain. Titik-titik rawan di mana itu yang mungkin diprioritaskan.” ujarnya (Dedy LG)





























