ENAROTALI, CARTENZNEWS.COM — Kepala Kepolisian Resor (Polres) Paniai AKBP Roycke HF Betaubun, SIP, SIK, M.Si, M.Tr.Opsla mengatakan, ada sejumlah anggotanya terluka saat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madi, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah terbakar pada Selasa (7/4) sekitar pukul 11.40 WIT.
Menurut Betaubun, api pertama terlihat dari ruang terpadu RSUD Paniai sehingga petugas kebersihan (cleaning service) dan beberapa petugas lainnya berupaya memadamkan api.
Namun setelah api dipadamkan, muncul titik api lainnya dari ruang yang sama sehingga menyebabkan api semakin membesar dan membakar ruang terpadu.
“Bangunannya semi permanen jdi 80 persen terbuat dari kayu sehingga menyebabkan api makin cepat membesar dan melahap bagian dalam ruangan terpadu,” kata ujar Kapolres Betaubun melalui keterangan tertulis yang diperoleh dari Enarotali, kota Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Kamis (9/4).
Api yang semakin membesar, lanjut Betaubun, membuat petugas di RSUD meminta pertolongan ke Mapolres Paniai sehingga puluhan personil langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu memadamkan api.
“Saya memimpin langsung anggota menuju lokasi. Sampai di sana kami fokus untuk mengevakuasi ibu-ibu dan anak-anak dari ruang isolasi anak karena ruangan itu berbatasan langsung dengan ruang terpadu yang terbakar,” katanya.
Saat proses evakuasi berlangsung, lanjut Betaubun, sejumlah personil Polres Paniai terluka karena terkena serpihan kaca akibat ledakan tabung oksigen (O2) yang meledak.
“Pada saat evakuasi pasien dari ruang isolasi anak, ada satu tabung oksigen besar meledak sehingga menyebabkan kaca-kaca ruangan pecah dan serpihan kacanya mengenai pak Kasat Samapta dan Kanit Sosbud Intelkam Polres Paniai di bagian badan, leher dan kaki,” ujarnya.
“Beruntung kami juga berhasil mengambil 11 tabung oksigen besar di dalam ruang terpadu. Jika tidak sempat diambil dan semuanya meledak, kemungkinan seluruh rumah sakit ludes terbakar,” kata Betaubun lebih lanjut.
Untuk memadamkan api, satu mobil water canon milik Polres Paniai dibantu mobil peyuplai air milik BPBD Paniai dikerahkan ke lokasi sehingga api berhasil ditangani dalam dua jam.
“Kurang lebih dua jam atau sekitar pukul 13.45 WIT api berhasil dikendalikan dengan kondisi seluruh bangunan ruang terpadu ludes terbakar. Untuk korban jiwa tidak ada, semua pasien berhasil dievakuasi dari ruangan. Sementara untuk kerugian materil mencapai Rp 3-4 milliar,” katanya.
Terkait penyebab kebakaran, Betaubun menyatakan bahwa saat ini masih dalam proses penyelidikan guna mengungkap penyebab kebakaran.
“Terkait penyebab kebakaran, kita juga sudah periksa sejumlah saksi baik itu Direktur RSUD, petugas cleaning service dan pasien yang pertama melihat api dan beberapa saksi lainnya. Banyak asumsi bahwa kebakaran ini akibat korsleting listrik, ada juga karena dibakar ODGJ, kemudian lain-lainnya, namun itu semua masih kita dalami,” ujarnya.
Menurut Betaubun, pelayanan sempat dihentikan, namun sejak sore pelayanan sudah kembali berjalan normal. “Setelah kebakaran tadi siang pelayanan sempat ditutup atau dihentikan. Namun tadi sore setelah pertemuan bupati dengan pihak RSUD Pelayanan sudah kembali dibuka karena rumah sakit ini tidak hanya melayani masyarakat Paniai, tapi juga Dogiyai hingga Deiyai,” ujar Betaubun. (*)




























