MIMIKA, CARTENZNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) di Swiss-Belinn, Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Mimika, Evert Lucas Hindom, yang hadir mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Kepala Disnakertrans Mimika Paulus Yanengga.
Dalam sambutannya, Evert menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD ini merupakan bagian penting dari proses strategis dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika.
“Dokumen perencanaan tenaga kerja makro ini menjadi langkah strategis pembangunan ketenagakerjaan lima tahun ke depan. Ini adalah kompas dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab berbagai persoalan, seperti memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang belum bekerja, meningkatkan pendapatan bagi yang sudah bekerja, serta menjamin keamanan dan kesejahteraan tenaga kerja agar terhindar dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Yang belum kompeten harus menjadi lebih kompeten. Dunia usaha dan industri juga harus memiliki hubungan yang harmonis dengan serikat pekerja serta tenaga kerja,” jelasnya.
Menurut Evert, diperlukan strategi dan arah kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat perlindungan tenaga kerja. Salah satu langkah penting dalam mendukung strategi tersebut adalah penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) sebagai pedoman kebijakan ketenagakerjaan.
“Pembangunan ketenagakerjaan adalah aspek fundamental dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Melalui forum FGD ini, pemerintah berharap dapat merumuskan strategi peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan pekerja, menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan mengantisipasi perubahan pasar kerja akibat globalisasi serta perkembangan teknologi.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif berkontribusi dalam proses ini agar forum ini menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif yang menjawab tantangan nyata di Kabupaten Mimika,” tutupnya. (Red)



























