FLORES TIMUR, CARTENZNEWS.COM – Pengelolaan sampah di Waiwerang Kota, Kabupaten Flores Timur menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan pemerataan pelayanan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten.
APBD yang dialokasikan untuk DLH sejatinya diperuntukkan bagi seluruh wilayah kabupaten, Flores Timur, termasuk Waiwerang sebagai ibu kota Kecamatan Adonara Timur. Namun dalam praktiknya, masyarakat menilai penanganan sampah terlihat lebih terpusat di Larantuka.
Sejumlah warga mengungkapkan, ketika terjadi penumpukan sampah di Larantuka, kritik publik langsung diarahkan kepada DLH sebagai instansi teknis yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah. Sebaliknya, ketika persoalan serupa terjadi di Waiwerang, sorotan justru lebih banyak tertuju kepada pihak kelurahan.
“Kami hanya ingin kejelasan. Jika anggaran DLH berasal dari APBD kabupaten, maka pelayanan seharusnya dirasakan merata, bukan hanya di pusat pemerintahan. Hari ini, pihak Kelurahan Waiwerang Kota bersama masyarakat, kami melaksanakan aksi pembersihan massal tanpa dukungan armada maupun keterlibatan langsung dari DLH kabupaten.” kata Rahman Lebu Kurman warga setempat.
Kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong warga, namun sekaligus menegaskan keterbatasan sarana dan dukungan teknis di lapangan.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak Kelurahan Waiwerang Kota akan menghadap Bupati Flores Timur untuk menyampaikan permohonan penambahan fasilitas dan sumber daya.
Masyarakat meminta pemerintah kabupaten Flores Timur menyediakan satu unit truk sampah khusus untuk melayani wilayah Waiwerang Kota serta menambah personel kebersihan guna mendukung penataan dan pembersihan kota secara berkelanjutan.
“Secara kelembagaan, DLH memiliki kewenangan dalam sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah skala kabupaten, sementara kelurahan berperan dalam penggerakan masyarakat di tingkat lingkungan. Namun perbedaan penanganan di dua wilayah ini dinilai memperlihatkan adanya kesenjangan pelayanan yang perlu segera ditindaklanjuti.”ungkap Lebu
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat memberikan penjelasan terbuka terkait alokasi operasional, distribusi armada, serta skema pelayanan kebersihan di seluruh wilayah, termasuk Waiwerang. Warga juga berharap permohonan kelurahan kepada Bupati dapat segera direalisasikan demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. (Dedy Lg)

























