TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Ikatan Perintis Peduli Mimika (IKPPM), Petrus Yanwarin, mendorong percepatan penetapan tapal batas antar Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai agar memberikan kepastian hukum serta mengurangi potensi konflik antar wilayah suku Kamoro dan Mee.
“Kami mau penyelesaian kasus ini secepatnya sehingga kedua suku ini tidak saling mengklaim. Soal tapal batas kita kembalikan kepada kedua suku yang bertikai ini yaitu Kamoro dan Mee ini untuk duduk bersama-sama dan menyelesaikan secara adat,” tegas Petrus.
IKPPM menduga ada keterlibatan pihak ketiga yang bermain pada sengketa tapal batas ini, untuk merebut hasil alam. Ia meminta aparat penegak hukum untuk melacak kasus ini dengan baik.
“Kalau benar ada pihak-pihak tertentu yang ikut bermain, dan memperkeruh situasi proses secara hukum. Siapapun yang terlibat didalam harus diproses,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa sejak turun temurun belum ada konflik antara orang Komoro dan Mee. Konflik berdarah baru terjadi ini.
“Kami anak-anak cucu perintis yang ada disini sejak tahun 1927 kami saksi sejarah dari orang tua, sampai cucu dan cicit belum ada konflik seperti ini. Kami juga juga menyesal ada narasi-narasi yang menyebut orang Key datang rampas tanah, kami minta maaf hal tidak benar,” ungkap Petrus.
Sementara itu, pembina IKPPM Thobias Maturbongs, menghimbau kepada masyarakat Key agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. ” Kami minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan ini kalau bisa sebelum Natal,” tegasnya. (Dedy Lg)




























