TIMIKA, CARTENZNEWS.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika mendorong penataan kawasan Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh, untuk mendukung pengembangan potensi perikanan, pertanian, dan pariwisata bahari.
Pengembangan kawasan tersebut dinilai perlu ditopang perencanaan wilayah dan akses transportasi yang memadai agar potensi lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, mengatakan karakteristik geografis Potowaiburu menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan kawasan.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Ultima, Kamis (22/10/2026).
Menurut Yoga, Potowaiburu memiliki posisi strategis karena berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Kondisi tersebut membuat pembangunan kawasan perlu mendapat perhatian, terutama untuk mengatasi keterbatasan akses dan pelayanan bagi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya kita untuk memastikan masyarakat merasa bahwa pemerintah selalu hadir. Wilayah mereka juga harus terus berkembang dan bertumbuh,” ujarnya.
Akses Transportasi Jadi Tantangan Nelayan
Sektor perikanan menjadi salah satu potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di Potowaiburu. Namun, pemanfaatan hasil laut masih menghadapi tantangan dalam pemasaran, terutama karena jarak dan waktu tempuh menuju pusat pasar.
Yoga menyebut perjalanan dari Potowaiburu menuju Timika dapat memakan waktu sekitar enam jam. Sementara itu, perjalanan menuju Kaimana atau wilayah Teluk Etna diperkirakan sekitar dua jam, berdasarkan keterangan yang disampaikannya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi nelayan, khususnya dalam menjaga kualitas hasil tangkapan selama perjalanan menuju pasar.
Karena itu, penataan wilayah dan dukungan infrastruktur dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk membantu pengembangan sektor perikanan.
Pertanian dan Wisata Bahari Perlu Dikaji
Selain perikanan, Potowaiburu juga dinilai memiliki peluang pengembangan sektor pertanian. Yoga mengatakan karakteristik topografi kawasan tersebut berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Mimika sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk menentukan komoditas yang sesuai.
Potensi lainnya adalah pariwisata bahari yang didukung kondisi alam dan kawasan pesisir. Pengembangan sektor ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, Yoga menegaskan bahwa pemanfaatan potensi kawasan harus dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Pengembangannya harus tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan. Potensi yang ada perlu dikelola dengan baik agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Yoga berharap perencanaan kawasan Potowaiburu dapat menjadi dasar pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan potensi lokal secara bertahap. Dengan begitu, pembangunan di wilayah Mimika Barat Jauh tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (LE)

























