TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil sejumlah langkah untuk melindungi kesehatan masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Langkah yang disiapkan meliputi peliburan sekolah, pembagian masker, hingga peningkatan pelayanan rumah sakit.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) diliburkan secara penuh. Sementara itu, peliburan bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Instruksi tersebut disampaikan Rettob saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (12/10/2026), setelah sebelumnya mengumumkan kebijakan itu dalam sambutan pada upacara peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika.
“Anak-anak PAUD dan SD itu kita liburkan penuh, sedangkan anak-anak SMP dan SMA libur secara bertahap, tergantung situasional,” ujarnya.
Kualitas Udara Sempat Mendekati 300
Rettob menjelaskan, kebijakan peliburan sekolah diambil sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak, terutama karena adanya laporan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Jika kondisi semakin memburuk, peliburan sekolah dapat diperluas. Sebaliknya, apabila kualitas udara membaik, surat edaran terkait peliburan dapat dicabut.
Rettob menyebutkan, indeks pencemaran udara (IPU) yang dipantaunya sempat berada di atas 200 dan mendekati 300 pada sore hari sebelumnya. Namun, pada Senin, angka tersebut sempat turun ke bawah 200.
Meski demikian, kondisi udara tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
OPD Dilibatkan Bagikan Masker
Selain menyesuaikan kegiatan belajar mengajar, Pemkab Mimika menyiapkan pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah mengurangi paparan asap.
Rettob mengatakan organisasi perangkat daerah (OPD) akan dilibatkan dalam kegiatan pembagian masker di jalanan. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat yang masih harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Pelayanan Rumah Sakit Diperpanjang
Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, pemerintah daerah juga meningkatkan pelayanan kesehatan.
Menurut Rettob, pelayanan di rumah sakit ditingkatkan hingga pukul 22.00 WIT. Langkah ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh layanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan kondisi udara.
Peningkatan pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga.
Asap Disebut Berasal dari Papua Selatan
Terkait sumber asap yang berdampak ke Mimika, Rettob menyebut asap tersebut berasal dari wilayah Papua Selatan.
Ia menjelaskan, kebakaran di bawah lapisan gambut masih berpotensi berlangsung meskipun api di permukaan telah padam. Kondisi tersebut dapat menyebabkan asap tetap muncul dan menyebar ke wilayah lain.
Karena itu, Rettob berharap penanganan terhadap sumber kebakaran terus dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Pemkab Mimika akan terus mengevaluasi perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan memperluas peliburan sekolah apabila kondisi belum membaik. (LE)



























