TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada para perawat yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk mereka yang bertugas hingga wilayah pedalaman, pegunungan, dan pesisir.
Apresiasi itu disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob dalam peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan HUT ke-16 DPD PPNI Kabupaten Mimika yang digelar di Graha Eme Neme Yauware, Senin, 24 Agustus 2026.
Peringatan tersebut mengusung semangat “Merawat dengan Hati, Mengabdi untuk Mimika” dan dikaitkan dengan peringatan Hari Perawat Internasional.
Rettob mengatakan pemerintah daerah menghargai pengabdian para perawat yang terus memberikan pelayanan kesehatan dalam berbagai kondisi dan wilayah.
“Pemerintah Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perawat yang terus hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Rettob.
Menurut dia, pengabdian perawat tidak hanya terlihat di rumah sakit dan puskesmas. Para tenaga keperawatan juga bekerja di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan.
Peringatan HUT PPNI, kata Rettob, karena itu tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan kolaborasi antara perawat, organisasi profesi, dan pemerintah.
“Peringatan HUT PPNI ke-52 secara nasional dan ke-16 di Kabupaten Mimika bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, solidaritas dan kolaborasi antara para perawat, organisasi profesi dan pemerintah,” ujarnya.
Perawat Diminta Terus Tingkatkan Kompetensi
Rettob mengatakan tantangan pelayanan kesehatan terus berubah seiring perkembangan teknologi. Karena itu, perawat dituntut tidak berhenti meningkatkan kemampuan.
Ia mengajak seluruh perawat di Mimika untuk terus belajar, memperluas pengetahuan, meningkatkan kompetensi, serta menjaga profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Di tengah tantangan pelayanan kesehatan dan perkembangan teknologi, seluruh perawat di Mimika diajak untuk tidak pernah lelah belajar, meningkatkan kompetensi, memperluas pengetahuan dan terus mengembangkan profesionalisme,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Rettob, juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap tenaga kesehatan. Upaya itu mencakup peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, serta peningkatan akses pendidikan.
Pemerintah juga akan terus mencari solusi bersama agar para perawat dapat menjalankan tugas dengan lebih baik sekaligus memperoleh kesejahteraan yang layak.
Bagi Rettob, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan tenaga kesehatan yang kompeten dan didukung lingkungan kerja yang memadai.
“Terima kasih kepada seluruh perawat atas pengabdian dan tugas mulia dalam memastikan masyarakat Mimika tetap sehat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh perawat dan organisasi profesi untuk terus berjalan bersama pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Mimika.
“Teruslah mengabdi, teruslah melayani, dan teruslah menjadi bagian penting dalam membangun Mimika,” kata Rettob.
Peringatan HUT PPNI ke-52 tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pelayanan kesehatan di Mimika tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada dedikasi tenaga kesehatan yang bekerja langsung melayani masyarakat. (LE)
























