TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Gara-gara lupa mematikan lilin, Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Pomako terbakar habis dan puing-puing rata dengan tanah, Rabu (27/5/2026) pukul 19.00 WIT.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Iptu Frits G. Nanlohi membenarkan adanya kebakaran tersebut.
“Iya benar, penyebab dari terbakarnya gereja tersebut karena jemaat lupa mematikan lilin usai melakukan ibadah,” katanya.
Untuk kronologinya Kapolsek menjelaskan, pada pukul 18.00 WIT jemaat melaksanakan ibadah dan menyalakan lilin. Kemudian melakukan ibadah dan selesai, kemudian para jemaat pulang menutup gereja dan lupa mematikan lilin kemudian api membesar dan membakar gereja.
“Biasa kan kalau ibadah menyalakan lilin. Nah, setelah menyalakan kemudian ibadah dan selesai lalu pulang. Itu lilin lupa dimatikan, kemudian lilin habis pada pukul 19.00 WIT menyambar dinding gereja yang sebagian besar terbuat dari kayu dan kemudian api semakin membesar,” jelasnya.
Menurut Kapolsek api sudah berhasil dipadamkan dan situasi dalam keadaan aman dan terkendali.
“Situasi sudah aman terkendali dan api sudah padam, gereja rata dengan tanah. Sempat tadi terjadi pelemparan mobil pemadam oleh masyarakat, tapi sudah bisa dikendalikan dan aman,” ungkapnya.
Sementara Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded mengatakan, pihaknya menurunkan tiga armada Damkar untuk melakukan pemadaman.
“Kami, usai dapat informasi langsung turun ke bawah tiga unit. Kami hanya bisa turunkan tiga unit karena terkendala bahan bakar armada yang terbatas,” katanya.
Agustina mengungkapkan armada Damkar mendapat penolakan dari warga, karena warga diduga kesal mobil Damkar datang terlambat. Akhirnya armada kembali karena warga anarkis.
“Armada kami dirusak, mungkin mereka tidak tahu jarak TKP dengan posisi pos sangat jauh jarak tempuhnya. Itu kami terima aduan langsung berangkat, lho,” ungkapnya.























