• Privacy Policy
  • Redaksi
  • Login
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
No Result
View All Result
Home Hukum
Paskah sebagai Momentum Mengakhiri Kekerasan di Tanah Papua

Nenu Tabuni, S.Sos, Penjabat Sekda Kabupaten Puncak dan Pemerhati Konflik Kekerasan di Tanah Papua. Foto: Istimewa

Paskah sebagai Momentum Mengakhiri Kekerasan di Tanah Papua

Redaksi Cartenz News by Redaksi Cartenz News
April 6, 2026
in Hukum
0
572
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Nenu Tabuni, S.Sos

Penjabat Sekda Kabupaten Puncak dan Pemerhati Konflik Kekerasan di Tanah Papua

Baca Juga

Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

April 5, 2026
Aparat Gabungan Amankan Ratusan Liter Miras Jenis Sopi Usai Tatamailau Menyentuh Bibir Pelabuhan Pomako

Aparat Gabungan Amankan Ratusan Liter Miras Jenis Sopi Usai Tatamailau Menyentuh Bibir Pelabuhan Pomako

April 4, 2026

PASKAH bagi umat Kristiani pengikut Yesus Kristus selalu hadir sebagai peristiwa iman sekaligus momentum kolektif merefleksikan makna penderitaan, pengorbanan, dan kebangkitan Kristua menebus dosa umat-Nya.

DPRK Adolina Magal Liga 4 Piala Gubernur

Namun lebih dari itu, Paskah adalah momentum untuk melakukan refleksi kritis atas realitas kehidupan, termasuk realitas sosial yang penuh luka, ketidakadilan, dan kekerasan.

Dalam konteks tanah Papua, Paskah seharusnya tidak berhenti sebagai perayaan iman, tetapi menjadi titik balik untuk membaca ulang dan menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang.

Hingga saat ini Papua masih menghadapi berbagai persoalan serius yang saling berkaitan. Konflik kekerasan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata masih terjadi di sejumlah wilayah.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat sipil sering menjadi pihak yang paling rentan. Rasa aman terganggu, aktivitas pendidikan terhenti, layanan kesehatan terganggu, dan kehidupan ekonomi masyarakat melemah.

Di sisi lain, konflik horizontal seperti perang suku dan ketegangan antar komunitas menunjukkan bahwa kohesi sosial belum sepenuhnya kuat. Perbedaan identitas yang seharusnya menjadi kekayaan justru kerap menjadi sumber pertentangan.

Kondisi ini diperparah oleh persoalan klasik seperti sengketa tanah, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, serta tingginya angka pengangguran. Papua juga menghadapi tantangan dalam tata kelola sumber daya alam.

Ketidakadilan dan Ketegangan Sosial

Kekayaan alam yang melimpah belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat asli. Ketimpangan ekonomi antara masyarakat lokal dan pihak luar masih terasa nyata. Dalam banyak kasus, muncul persepsi ketidakadilan yang berpotensi memperkuat ketegangan sosial.

Dalam bidang pemerintahan, masih terdapat tantangan dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Dinamika politik lokal maupun hubungan dengan kebijakan nasional turut memengaruhi stabilitas sosial.

Selain itu, praktik diskriminasi, kecemburuan sosial, dan lemahnya penegakan hukum semakin memperpanjang daftar persoalan yang belum terselesaikan. Situasi ini menunjukkan bahwa Papua tidak hanya menghadapi konflik fisik, tetapi juga persoalan struktural yang kompleks. Jika tidak ditangani secara serius, maka siklus kekerasan akan terus berulang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam momentum Paskah ini, perlu ada keberanian untuk melakukan perubahan. Paskah mengajarkan bahwa penderitaan tidak boleh berakhir pada dendam, tetapi harus melahirkan pengampunan dan kehidupan baru. Nilai ini relevan untuk dijadikan dasar dalam membangun Papua yang lebih damai dan adil.

Menurut penulis, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama, penghentian kekerasan harus menjadi prioritas utama. Semua pihak perlu menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog dibandingkan kekuatan senjata. Tanpa penghentian kekerasan, upaya pembangunan apa pun akan sulit berjalan.

Kedua, perlu dibangun dialog yang partisipatif dan berkelanjutan. Dialog harus melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, kelompok masyarakat, dan semua pihak terkait. Dialog yang terbuka dan setara akan membantu membangun kepercayaan yang selama ini melemah.

Ketiga, penegakan hukum perlu dilakukan secara adil dan transparan. Tidak boleh ada perlakuan yang berbeda di hadapan hukum. Keadilan yang dirasakan masyarakat akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya stabilitas sosial.

Keempat, tata kelola sumber daya alam perlu diperbaiki. Pengelolaan harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat asli Papua. Transparansi dan keadilan dalam distribusi hasil menjadi kunci untuk mengurangi ketimpangan.

Kelima, pembangunan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat perlu diperkuat. Akses yang merata dan berkualitas akan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengurangi potensi konflik di masa depan.

Keenam, rekonsiliasi sosial perlu dilakukan secara serius. Relasi yang retak akibat konflik harus dipulihkan melalui pendekatan budaya, adat, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Momentum Paskah seharusnya menjadi kesempatan untuk memulai langkah-langkah tersebut. Perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak tetap bertahan pada posisi masing-masing tanpa kemauan untuk memperbaiki keadaan.

Papua memiliki potensi besar untuk menjadi tanah yang damai dan sejahtera. Namun potensi itu hanya dapat terwujud jika ada komitmen bersama untuk keluar dari lingkaran kekerasan dan membangun keadilan sosial.

Pada akhirnya, Paskah mengingatkan bahwa kebangkitan selalu dimulai dari kesadaran. Kesadaran untuk berubah, untuk memperbaiki, dan untuk memilih jalan damai. Semoga!

ShareTweetShareSend
Paskah 2026 - Dinas Sosial
Redaksi Cartenz News

Redaksi Cartenz News

Related Posts

Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara
Hukum

Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

April 5, 2026
Aparat Gabungan Amankan Ratusan Liter Miras Jenis Sopi Usai Tatamailau Menyentuh Bibir Pelabuhan Pomako
Hukum

Aparat Gabungan Amankan Ratusan Liter Miras Jenis Sopi Usai Tatamailau Menyentuh Bibir Pelabuhan Pomako

April 4, 2026
Satgas Damai Cartenz Patroli di Jalur Rawan di Distrik Ilaga Guna Memastikan Aktivitas Warga Kondusif
Hukum

Satgas Damai Cartenz Patroli di Jalur Rawan di Distrik Ilaga Guna Memastikan Aktivitas Warga Kondusif

April 2, 2026
Tim Babat Satuan Reskrim Kepolisian Resor Mimika Bekuk Pelaku yang Gasak Uang di Bagian Kasir Hotel Cendrawasih 66
Hukum

Tim Babat Satuan Reskrim Kepolisian Resor Mimika Bekuk Pelaku yang Gasak Uang di Bagian Kasir Hotel Cendrawasih 66

April 2, 2026
Perempuan Muda Asal Suku Kamoro Ditemukan Tak Bernyawa, Korban Diduga Bunuh Diri
Hukum

Perempuan Muda Asal Suku Kamoro Ditemukan Tak Bernyawa, Korban Diduga Bunuh Diri

April 2, 2026
Jenazah Junius Magai Dibakar di Kwamki Narama, Massa Serang Aparat Keamanan
Hukum

Jenazah Junius Magai Dibakar di Kwamki Narama, Massa Serang Aparat Keamanan

April 2, 2026
Paskah 2026 - Dinas Satpol PP
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg  DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

March 13, 2024
Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

May 28, 2023
KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

May 28, 2024
Screenshot 20250429 101401 Facebook

Bupati Mimika Jelaskan Alasan Belum Dilakukan Mutasi Jabatan

April 29, 2025
Penyerahan uang kepala dari Prajurit  Satgas Yonif R 600/Modang kepada  perwakilan keluarga Almarhum Bruno Amenim di rumah duka Kelurahan Bade, Distrik Edera,  Kabupaten Mappi. (FOTO: ISTIMEWA)

Penuhi Adat dan Permintaan Keluarga, Satgas Yonif R 600/Modang Berikan Uang Adat Di Atas Peti Disaksikan Warga

0
Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr Raflus Doranggi  memukul tifa sebagai tanda menutup  kegiatan Muskab PMI Kabupaten Puncak  di Hotel Grand Mozza Timika, Papua. (Foto: Cartenz News/Yosefina)

Kembali Pimpin PMI Puncak Papua, Elpina Kogoya akan Bentuk PMR

0
Suasana pelayanan kesehatan di Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika. (Foto Yosefina/Cartenz News)

Pelayanan di Puskesmas Timika Jaya 24 Jam

0
Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

0
Paskah sebagai Momentum Mengakhiri Kekerasan di Tanah Papua

Paskah sebagai Momentum Mengakhiri Kekerasan di Tanah Papua

April 6, 2026
Dua Kapal Motor Berpenumpang 28 Orang Kehabisan BBM di Perairan Pasir Hitam Timika, SAR Gabungan Lakukan Pertolongan

Dua Kapal Motor Berpenumpang 28 Orang Kehabisan BBM di Perairan Pasir Hitam Timika, SAR Gabungan Lakukan Pertolongan

April 5, 2026
TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pasar Tiom

TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pasar Tiom

April 5, 2026
Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

April 5, 2026

Recent News

Paskah sebagai Momentum Mengakhiri Kekerasan di Tanah Papua

Paskah sebagai Momentum Mengakhiri Kekerasan di Tanah Papua

April 6, 2026
Dua Kapal Motor Berpenumpang 28 Orang Kehabisan BBM di Perairan Pasir Hitam Timika, SAR Gabungan Lakukan Pertolongan

Dua Kapal Motor Berpenumpang 28 Orang Kehabisan BBM di Perairan Pasir Hitam Timika, SAR Gabungan Lakukan Pertolongan

April 5, 2026
TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pasar Tiom

TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Pasar Tiom

April 5, 2026
Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

Perang Suku di Papua Tengah dan Posisi Negara

April 5, 2026
Paskah 2026 - Dinas Satpol PP
Cartenz News

Follow Us

Rubrik

  • Berita Utama
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial dan Budaya
  • Sosok
  • Teknologi
20260321 Idul Fitri DMPK
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2022 Cartenz News

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya

© 2022 Cartenz News