PANGKEP, CARTENZNEWS.COM – Franky D Tanamal, teknisi Indonesia Air Transport (IAT) sempat tercantum dalam daftar kru penerbangan ternyata batal ikut. Pembatalan keberangkatan itu di lakukan lantaran Franky lebih memilih ibadah pagi di Gereja. Kisah Franky ini dibagikan oleh sahabatnya Rumoton Sitanggang melalui akun Facebook Gemilang Jaya Ban.
Awalnya Franky dijadwalkan menjadi salah satu dari delapan kru pesawat dengan registrasi PK-THT. Namun ia meminta izin untuk tidak ikut penerbangan karena ada pelayanan di gereja. Keputusan sederhana ini, justru menyelamatkan hidupnya.
Sahabatnya, Rumoton menegaskan bahwa saat berangkat, pesawat berada dalam kondisi layak terbang dan kecelakaan murni terjadi, bukan kelalaian.
Berdasarkan dokumen awal, pesawat mencatat sebanyak delapan kru dan tiga penumpang dalam penerbangan. Namun dari hasil manifes final, hanya ada tujuh kru dan tiga penumpang dalam penerbangan. (Dedy LG)




























