OKSIBIL, CARTENZNEWS.COM — Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 751/Vira Jaya Sakti (VJS) bersama Satgas gabungan TNI-Polri, Sabtu (11/4) berhasil mengungkap keberadaan ladang ganja di wilayah pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam operasi yang dilakukan di kawasan hutan Kampung Ngutok, Distrik Oksibil serta Kampung Esipding, Distrik Serambakon, aparat juga mengamankan seorang warga yang diduga sebagai pemilik ladang tersebut.
Pengungkapan ini berawal dari informasi dan laporan masyarakat tentang adanya aktivitas mencurigakan di area kebun yang diduga ditanami tanaman terlarang jenis ganja.
Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Satgas di bawah pimpinan Dansatgas Yonif Vira Jaya Sakti Letkol Inf Erwan Harliantoro, SH, M.Han bergerak cepat menuju lokasi.
Dari hasil penyisiran di dua titik, aparat menemukan sebanyak 55 batang tanaman ganja dengan tinggi sekitar 1,5 meter di lokasi pertama. Sementara di titik kedua, ditemukan sekitar 80 batang tanaman ganja dengan tinggi mencapai 2 meter yang diduga siap panen.
Selain mengamankan barang bukti, petugas juga berhasil mengamankan seorang warga sipil berinisial LU yang diduga sebagai pemilik ladang ganja tersebut.
Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP, membenarkan keberhasilan operasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh barang bukti beserta terduga pelaku telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
“Saat ini barang bukti dan terduga pemilik ladang ganja telah diserahkan kepada Polres Pegunungan Bintang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Tri Purwanto melalui keterangan tertulis kepada wartawan di Jayapura, Papua, Minggu (12/4).
Tri Purwanto lebih lanjut mengatakan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penanaman maupun peredaran narkotika, khususnya ganja, karena dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil kerja sama yang baik antara TNI, Polri, dan berbagai pihak dalam menjaga keamanan serta memberantas peredaran narkotika di wilayah Papua.
Satgas gabungan TNI-Polri menegaskan akan terus melaksanakan operasi serupa secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dalam memutus mata rantai peredaran Narkotika dan obat-obat terlarang lainnya sekaligus menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat. (*)























