TIMIKA, CARTENZNEWS.COM – Pasca bentrok warga di di Kampung Mauka, Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah kemarin dilaporkan sebanyak 20 bangunan dibakar dan tidak ada korban jiwa.
Kasi Humas Polres Mimika Jumat (13/2/2026) Iptu Hempy Ona mengatakan, selain melakukan respon cepat untuk pengamanan Polres Mimika juga melakukan olah TKP.
“Dari olah TKP ada bangunan yang terbakar meliputi, Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai Polda Papua Tengah. Kantor Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai dan 18 unit rumah semi permanen milik warga Kampung Mauka. Untuk korban jiwa tidak ada,”katanya.
Menurut menurut Hempy saat ini personel BKO Polres Mimika gabungan bersama Brimob Batalyon B Pelopor berjumlah 45 pers yang dipimpin oleh Kabag Ops Mimika Akp Hendri Alfredo Korwa, melaksanakan siaga di Safe House wilayah perbatasan Kapiraya–Mododagi guna mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan serta menjaga stabilitas keamanan.
“Selain itu, Polres Mimika telah berkoordinasi dengan Polres Deiyai dan jajaran terkait guna memonitor potensi mobilisasi massa dari wilayah lain, termasuk melalui jalur transportasi udara dan perairan,”tuturnya.
Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, baik dari Suku Mee maupun Suku Kamoro, agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu kebenarannya. Selanjutnya tidak melakukan mobilisasi massa yang berpotensi memperkeruh situasi. Kemudian enyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kepolisian akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,”ujarnya.
Hempy mengungkapkan, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan konflik tapal batas dan ketegangan antar kelompok masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro.
“Atas kejadian tersebut sudah dilakukan olah TKP. Saat ini situasi di wilayah Kapiraya dan sekitarnya dalam kondisi terkendali dan kondusif, namun aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan serta patroli dialogis untuk mencegah eskalasi konflik,”ungkapnya.(red)
























