JAKARTA, CARTENZNEWS.COM — Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM, Rabu (25/3) resmi menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih menggantikan pejabat lama, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, SIP.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, SE, M.Si memimpin langsung upacara serah terima jabatan bertempat di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Pergantian kepemimpinan tersebut menandai babak baru dalam upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan di wilayah Papua dan sekitarnya.
Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, SIP mengatakan, rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD guna meningkatkan profesionalisme dan kinerja satuan.
“Rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk meningkatkan kompetensi dan efektivitas pelaksanaan tugas,” ujar Tri Purwanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/3).
Febriel Buyung Sikumbang dikenal sebagai pemimpin dengan pengalaman luas dengan akar teritorial kuat. Ia lahir 14 Februari 1974 di Makassar, Sulawesi Selatan. Febriel Buyung Sikumbang juga dikenal sebagai sosok perwira dengan pengalaman teritorial luas.
Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995 dari kecabangan Infanteri, yang telah mengabdikan diri dalam berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI AD. Sebelum dipercaya memimpin Kodam Cenderawasih, Febriel telah menempati sejumlah jabatan penting.
Beberapa di antaranya yaitu Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Waasops Panglima TNI serta Irdam XII/Tanjungpura.
Rekam jejak (track record) tersebut membentuk sosok karakter kepemimpinan yang matang, memimpin dengan hati, adaptif, dan berorientasi pada solusi di lapangan.
Sebagai Pangdam Cenderawasih yang baru, Febriel mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan wilayah yang memiliki kompleksitas tinggi. Namun lebih dari itu, ia juga dihadapkan pada tantangan membangun kepercayaan masyarakat serta mendorong kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.
Wilayah Papua, bagi sosok jenderal yang hambel dan humanis ini, bukan sekadar wilayah tugas, tetapi ruang pengabdian yang membutuhkan pendekatan humanis dan kolaboratif.
Dengan kepemimpinan yang tulus dari hati, kehadiran TNI diharapkan tidak hanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan.
Berbekal pengalaman panjang serta pendekatan kepemimpinan yang menyatu dengan rakyat, Febriel diharapkan mampu membawa Kodam Cenderawasih semakin profesional, adaptif, dan dicintai masyarakat.
Pergantian kepemimpinan ini pun menjadi harapan baru bagi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di tanah Papua sekaligus mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. (*)


























