TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Dua kapal motor yang terdiri dari satu unit speed boat 40 PK dan satu unit long boat dengan total penumpang 28 orang, Sabtu (4/4) sekitar pukul 20.50 WIT dilaporkan kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Dua kapal motor tersebut bertolak dari Asmat, Provinsi Papua Selatan tujuan Timika, Papua Tengah. Naasnya, kedua kapal motor tersebut terkatung-katung karena kehabisan BBM di sekitar perairan Pasir Hitam antara Kampung Manasari dengan Pulau Puriri.
Rombongan dua kapal motor itu bertolak dari Asmat sekitar pukul 14:00 dan direncanakan tiba di Pelabuhan Pomako Timika sekitar pukul 20:00, langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas jaga Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat untuk meminta bantuan pertolongan.
Menerima laporan tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, SH, MM melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y Batlajery, SE langsung memberangkatkan tim SAR.
Tim gabungan kemudian bergerak dari Timika menggunakan 1 unit RBB 600 PK Basarnas dan 1 unit perahu karet bermesin 25 PK menuju lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan.
Setelah dilakukan pencarian spead boat dan long boat tersebut telah tiba di Pelabuhan Pomako Timika dalam kondisi seluruh penumpang selamat pada Minggu (5/4) pukul 09.00 WIT.
Informasi itu diterima tim SAR gabungan saat masih melakukan pencarian rombongan speed boat dan long boat di perairan Pasir Hitam.
Menurut informasi dari pelapor, Yosep, speed boat dan long boat tersebut berhasil tiba di Pelabuhan Pomako, Timika setelah mendapatkan bantuan BBM dari pihak keluarga korban yang ikut melakukan pencarian.
Speed boat berpenumpang 8 orang telah tiba terlebih dahulu Minggu (5/4) sekitar pukul 24.00 WIT dan long boat berpenumpang 20 orang tiba Minggu (5/4) pukul 09:00 WIT.
Dengan dipastikanya seluruh penumpang speed boat dan long boat tersebut tiba di Timika dengan selamat maka operasi SAR diusulkan tutup dan potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.
Para penumpang dua kapal motor itu masing-masing Yosep Witayau, Hendrika, Adrianus Witayau, Kristina Meauta, Iliana Kimirop, Yakobus, Reni Witayau, Margareta Nar, Terianus Wiapayu, dan Pianos Waripi.
Selain itu, Eriko Wipayau, Alex Wiyaou, Bruno Wemiyaupia, Iraldo Wipayau, Anton Kameripi, Atonia Wipayau, Agustina Ewaki, Albertina Ewaki, Aknes Itiyaya, Paulina Sikokor, Afransina Pakawa, Deta Wipayau, Sisilia, Tenesina Tene, Vero, Verninqndus Siat, Wiliem Tapo, dan Kristina Wemiyouoeya. (ST)


























