TIMIKA, CARTENZNEWS.com-Ratusan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Generasi Peduli Pendidikan Suku Amungme dan Kamoro dan Lima Suku Kekerabatan menggelar aksi demo di depan Kantor Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Jalan Yos Sudarso, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin(2/6/2024).
Dalam orasi demo, massa meminta PT Freeport Indonesia stop eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Mimika, jika program beasiswa pendidikan yang disalurkan melalui pihak YPMAK untuk putera puteri Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan jumlahnya dibatasi.
Massa yang saat tiba di gerbang sempat dihalangi namun akhirnya berhasil masuk ke halaman kantor, meminta agar kuota pendidikan yang diluncurkan YPMAK untuk ditambah.
Merema meminta kuota beasiswa yang dibatasi hanya 3.000 orang ditambah menjadi 6000 orang.
Dalam aksi demo itu, pelajar dan mahasiswa membentangkan spanduk besar yang bertuliskan ‘Kongkalingkong Dana Pendidikan oleh Freeport, Pemerintah dan YPMAK Berdampak Nasib Generasi Muda Amungme Kamoro dan 5 Suku di Mimika Menjadi Korban Pendidikan’.
Sejumlah spanduk lain bertuliskan ‘YPAMK Stop Batasi Kuota Pendidikan’,
‘Pihak YPMAK dan Freeport Stop Membatasi Pendidikan’, ‘Stop Membatasi Kuota’, ‘Freeport Mengeploitasi Sumber Daya Alam Kami Tanpa Batas Lalu Mengapa Freeport Membatasi Kami Untuk Melanjutkan Pendidilan kami dari suku OAP’.
Kemudian dalam orasi yang disampikan massa menegaskan bahwa mereka ingin dewan penasehat dan pengawas YPMAK yang menerima aspirasi mereka.
Massa menolak bila aspirasi hanya diterima oleh pengurus YPMAK, dan mereka minta agar pembina dari Manajemen PT Freeport Indonesia harus hadir mendengarkan aspirasi mereka.
Delince Wanimbo, perwakilan massa, dalam orasinya meminta agar PT Freeport Indonesia yan mengucurkan dana pendidikan kepada YPMAK untuk tidak membatasi kuotanya “Jangan hanya 3.000 tidak cukup harus dinaikkan 6.000an,” katanya sambil mencucurkan air mata.
Delince juga meminta agar PT Freeport Indonesia memberikan kesepatan seluas luasnya kepada seluruh generasi Amungme dan Kamoro serta 5 suku kekerabatan dalam bidang pendidikan.
Ia mempertanyakan komitmen PT Freeport Indonesia tentang peningkatan SDM bagi anak asli Amungme dan Kamoro dan lima suku kekerabatan.
Menurutnya PT Freeport Indonesia selama ini sudah mengambil kekayaan alam di Mimika dengan sangat bebas dan leluasa.
“Masyarakat Amungme dan Kamoro tidak membatasi PT Freeport Indonesia mengekploitasi Sumber Daya di Mimika, karena itu program pendidikan juga jangan dibatasi pakai kuota. Kekayaan kami yang selama ini sudah diambil Freeport harus ada timbal balik yang seimbang,” tegasnya.
Wartawan/Editor: Yosefina




























