• Privacy Policy
  • Redaksi
  • Login
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya
No Result
View All Result
Cartenz News
No Result
View All Result
Home Berita Utama
LEMASA Kutuk Keras Konflik Kwamki Narama, Desak Perang Dihentikan

LEMASA Kutuk Keras Konflik Kwamki Narama, Desak Perang Dihentikan

Redaksi Cartenz News by Redaksi Cartenz News
September 4, 2026
in Berita Utama, Hukum, Sosial dan Budaya
0
503
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) mengecam keras konflik berkepanjangan antara kelompok Newegalen dan kelompok Dang di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

LEMASA mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas rangkaian kekerasan yang disebut telah menewaskan 18 orang, termasuk dua siswa SMK Negeri 1 Kuala Kencana yang menjadi korban di kawasan SP-3 pada 30 Agustus 2026.

Baca Juga

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

September 5, 2026
Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

September 5, 2026

Sikap tersebut disampaikan Ketua LEMASA, Jhon Menuel Magal, didampingi seluruh pengurus LEMASA dalam konferensi pers pada Kamis (3/9/2026).

Dukacita Vebian Magal Dinas Sosial Mimika Hasan Kemong

Jhon mengatakan Tanah Timika sebagai bagian dari Tanah Amungsa semestinya menjadi ruang hidup yang aman bagi seluruh masyarakat. Timika, kata dia, selama ini menjadi tempat bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk bekerja, bersekolah, memperoleh layanan kesehatan, dan membangun kehidupan.

Namun, konflik yang berlangsung sejak Oktober 2025 justru menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.

“Korban terus berjatuhan. Pada tanggal 30 Agustus 2026, dua orang pelajar SMK Negeri 1 turut menjadi korban. Ini adalah generasi masa depan Papua. Kasus pembunuhan tersebut harus diusut tuntas tanpa penundaan. Tanah Timika, Tanah Amungsa, dan Bumi Kamoro tidak boleh terus-menerus ternoda oleh darah,” ujar Jhon.

LEMASA Soroti Pelanggaran Norma Perang Adat

LEMASA juga menyoroti dugaan pelanggaran terhadap norma perang adat atau Ojiagawie.

Menurut catatan LEMASA, kepala perang dari pihak yang bertikai sebelumnya telah menyatakan bahwa medan konflik dibatasi di wilayah Kwamki Lama. Di luar wilayah tersebut, masyarakat disebut mendapat jaminan keamanan.

Namun, jatuhnya korban jiwa di luar wilayah konflik, termasuk di SP-3, dinilai menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut telah dilanggar.

LEMASA mencatat sekitar lima orang telah meninggal di luar medan perang yang sebelumnya ditentukan.

“Konflik antar keluarga atau suku wajib tunduk pada norma perang adat, salah satunya melindungi anak-anak dan perempuan. Dengan adanya korban di SP-3 yang bukan bagian dari kelompok bertikai, maka pernyataan kepala perang telah dilanggar dan tidak lagi dapat dipegang,” kata Jhon.

Ia menilai konflik yang semula berlangsung antarkelompok kini semakin meluas dan berpotensi berubah menjadi persoalan kriminal yang mengancam keamanan masyarakat di wilayah perkotaan Timika.

Tujuh Tuntutan LEMASA

Menyikapi kondisi tersebut, LEMASA menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Puncak, TNI, Polri, serta para tokoh adat dan agama.

Pertama, LEMASA mengutuk seluruh bentuk pembunuhan dan perang saudara yang terjadi di atas Tanah Amungsa.

Kedua, LEMASA menuntut konflik segera dihentikan. Menurut mereka, siapa pun yang datang ke Tanah Amungsa merupakan tamu yang seharusnya menghormati tanah dan masyarakat setempat, bukan menambah pertumpahan darah.

Ketiga, LEMASA mendesak aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku melalui hukum positif. LEMASA juga menyatakan, apabila penanganan hukum dinilai tidak efektif, para “Tuan Perang” atau Wem-Um dari kedua kelompok didorong untuk dievakuasi ke wilayah asal masing-masing sebagai bagian dari upaya memulihkan ketertiban.

Keempat, LEMASA meminta aparat segera mengidentifikasi dan menangkap aktor utama yang berada di balik konflik.

Kelima, aparat keamanan diminta menertibkan kendaraan tanpa identitas yang jelas, kendaraan tanpa pelat nomor, maupun kendaraan yang dicurigai berkaitan dengan aktivitas kelompok bertikai atau lokasi persembunyian di dalam Kota Timika.

Keenam, LEMASA meminta setiap bentuk ancaman terhadap individu, kelompok masyarakat, maupun aparat keamanan selama proses penanganan konflik ditindak tegas sesuai hukum.

LEMASA menilai berbagai upaya perdamaian yang sebelumnya difasilitasi pemerintah daerah dan lembaga adat telah dilanggar oleh pihak-pihak yang bertikai. Kondisi tersebut, kata mereka, turut menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat.

Ketujuh, LEMASA menginginkan Kota Timika kembali menjadi kota yang damai dan aman serta menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk bekerja, menempuh pendidikan, memperoleh layanan kesehatan, dan menjalankan aktivitas ekonomi.

Jhon mengingatkan kembali pesan tokoh Amungme, Moses Kilangin, tentang nilai kehidupan bersama: nemeak neme-e, nawarak-naware, wemo kamae-kalokamae—hidup berdampingan, persaudaraan, kekeluargaan, perdamaian, dan tidak boleh ada perang.

“Kami mencermati upaya pemerintah dan MRP, namun kesepakatan damai dilanggar. Kini terjadi pembunuhan berulang di luar lapangan perang. Kami mendesak tindakan tegas,” tegas Jhon.

LEMASA berharap pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pihak terkait mengambil langkah nyata untuk menghentikan konflik. Bagi LEMASA, penghentian kekerasan menjadi syarat penting agar Timika kembali menjadi ruang hidup yang aman bagi seluruh masyarakat. (LE)

ShareTweetShareSend
Hari Lahir Pancasila 2026 Kepala Distrik MTJ Priska Kuum
Redaksi Cartenz News

Redaksi Cartenz News

Related Posts

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal
Berita Utama

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

September 5, 2026
Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka
Berita Utama

Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

September 5, 2026
Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani
Berita Utama

Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

September 5, 2026
BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana
Berita Utama

BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

September 5, 2026
Temu Alumni Binterbusih Se-Papua Raya Digelar di Timika, Johannes Rettob Apresiasi Perjalanan 38 Tahun
Berita Utama

Temu Alumni Binterbusih Se-Papua Raya Digelar di Timika, Johannes Rettob Apresiasi Perjalanan 38 Tahun

September 5, 2026
Kejar Temuan BPK Sejak 2005, Pemkab Mimika Terapkan Reward dan Sanksi untuk OPD
Berita Utama

PHI Hadir di Timika, Pekerja Mimika Tak Lagi Harus ke Jayapura

September 4, 2026
Next Post
Kejar Temuan BPK Sejak 2005, Pemkab Mimika Terapkan Reward dan Sanksi untuk OPD

Kejar Temuan BPK Sejak 2005, Pemkab Mimika Terapkan Reward dan Sanksi untuk OPD

Kejar Temuan BPK Sejak 2005, Pemkab Mimika Terapkan Reward dan Sanksi untuk OPD

PHI Hadir di Timika, Pekerja Mimika Tak Lagi Harus ke Jayapura

Temu Alumni Binterbusih Se-Papua Raya Digelar di Timika, Johannes Rettob Apresiasi Perjalanan 38 Tahun

Temu Alumni Binterbusih Se-Papua Raya Digelar di Timika, Johannes Rettob Apresiasi Perjalanan 38 Tahun

BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

Iklan KPU - 1 Abad Nubuatan I.S. Kijne untuk Tanah Papua
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg  DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

KPU Mimika Tetapkan 35 Caleg DPRD Mimika yang Peroleh Suara Terbanyak dari Enam Dapil pada Pemilu 2024

March 13, 2024
Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

Roling Pejabat di Lingkup Pemkab Mimika Segera Dilakukan, Johannes Rettob Pastikan Tidak Ada Unsur Politik

May 28, 2023
KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

KPU Mimika Tetapkan 35 Calon Terpilih Anggota DPRD Mimika Periode 2024-2029

May 28, 2024
Screenshot 20250429 101401 Facebook

Bupati Mimika Jelaskan Alasan Belum Dilakukan Mutasi Jabatan

April 29, 2025
Penyerahan uang kepala dari Prajurit  Satgas Yonif R 600/Modang kepada  perwakilan keluarga Almarhum Bruno Amenim di rumah duka Kelurahan Bade, Distrik Edera,  Kabupaten Mappi. (FOTO: ISTIMEWA)

Penuhi Adat dan Permintaan Keluarga, Satgas Yonif R 600/Modang Berikan Uang Adat Di Atas Peti Disaksikan Warga

0
Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr Raflus Doranggi  memukul tifa sebagai tanda menutup  kegiatan Muskab PMI Kabupaten Puncak  di Hotel Grand Mozza Timika, Papua. (Foto: Cartenz News/Yosefina)

Kembali Pimpin PMI Puncak Papua, Elpina Kogoya akan Bentuk PMR

0
Suasana pelayanan kesehatan di Puskesmas Timika Jaya Kabupaten Mimika. (Foto Yosefina/Cartenz News)

Pelayanan di Puskesmas Timika Jaya 24 Jam

0
Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

Kepada Paus Fransiskus, Uskup Agung Merauke Utarakan Harapannya

0
Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

September 5, 2026
Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

September 5, 2026
Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

September 5, 2026
BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

September 5, 2026

Recent News

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

Tokoh Kwamki Narama Serukan Perang Diakhiri, Demi Sekolah dan Aktivitas Warga Kembali Normal

September 5, 2026
Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Akses Warga Mulai Terbuka

September 5, 2026
Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

Ibadah Oikumene Pemkab Mimika Ingatkan ASN: Jabatan adalah Amanah untuk Melayani

September 5, 2026
BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

BPBD Mimika Bekali Keluarga di Iwaka Hadapi Ancaman Bencana

September 5, 2026
HUT RI ke-81 2026 DPRK Adolina Magal
Cartenz News

Follow Us

Rubrik

  • Berita Utama
  • Editorial
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pariwara
  • Pariwisata
  • Politik
  • Sosial dan Budaya
  • Sosok
  • Teknologi
HUT RI 81 2026 Ketua KPU Mimika Dete Abugau
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2022 Cartenz News

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Nasional
  • Pariwara
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Sosial dan Budaya

© 2022 Cartenz News