TIMIKA, CARTENZNEWS.COM — Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Timika Santa Theresia Seravina Nuryanti Juita beserta pengurus periode 2026-2028, Sabtu (11/4) resmi dilantik di Gedung Multi Purpose and Community Center (MPCC), Jalan Hadelisari, Kelurahan Kwamki, Timika, Papua Tengah.
Pelantikan dilakukan Pastor Markus Apriyono, SCJ dan dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika Primus Natikapereyau, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Fransiskus Bokeyau, S.Pd, mantan Ketua Presidium PMKRI Timika Mersi Sundung, Ketua YLBH Papua Tengah sekaligus alumnus PMKRI Ambon Yoseph Temorubun, SH, perwakilan OKP, para alumni, senior, anggota serta tamu undangan.
Seravina Nuryanti Juita dalam sambutannya mengajak hadirin memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan penyertaan-Nya semua dapat berkumpul dalam suasana penuh sukacita mengikuti proses pelantikan para pengurus baru.
“Selaku Ketua Presidium PMKRI Timika Santa Theresia, saya bersama para pengurus periode 2026-2028 menyadari bahwa kepemimpinan masa kepengurusan ini bukanlah pekerjaan individu, melainkan kerja bersama,” ujar Seravina Juita.
Oleh karena itu, Seravina Juita mengajak seluruh anggota untuk berjalan bersama, saling mendukung, saling menguatkan, dan terus menjaga semangat persaudaraan yang telah menjadi ciri khas PMKRI.
“Saat ini dan di masa akan datang, kita dihadapkan pada berbagai tantangan yang semakin kompleks. Namun saya percaya, dengan nilai-nilai yang kita pegang teguh kita mampu menjadi kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual, serta peka terhadap realitas sosial di sekitar kita,” katanya.
Seravina Juita juga menyampaikan apresiasi kepada Romo Markus Apriyono, SCJ; Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau; Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM Fransiskus Bokeyau, S.Pd; mantan Ketua Presidium PMKRI Timika Mersi Sundung; dan tamu undangan yang berkenan hadir.
“Kehadiran Bapak Pastor Markus Apriyono, Ketua DPRK Mimika Bapak Primus Natikapereyau, Bupati Mimika John Rettob yang diwakili Bapak Fransiskus Bokeyau, Ibu Mersi Sundung, para alumni serta senior dan tamu undangan merupakan doa dan wujud komitmen mendukung eksistensi PMKRI Timika Santa Theresia dalam proses pembinaan calon kader gereja Katolik dan masyarakat Mimika serta Papua Tengah,” kata Seravina.
Seravina ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus PMKRI Cabang Timika periode sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan. Segala upaya, waktu, dan tenaga yang telah dicurahkan, ujarnya, menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi.
“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua PMKRI Cabang Timika Santa Theresia periode 2026–2028 dalam Forum RUAC pada Februari lalu. Ini bukan sekadar kehormatan, tetapi sekali lagi juga tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, dan komitmen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Seravina menyampaikan visi dan misi kepengurusan baru yang menjadi pedoman sekaligus arah kebijakan PMKRI Timika Santa Theresia.
Visinya adalah terwujudnya PMKRI Cabang Timika Santa Theresia sebagai wadah pembinaan kader yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing serta setia pada nilai-nilai kristianitas, solidaritas, dan fraternitas dalam semangat Untuk Gereja dan Tanah Air, Pro Ecclesia et Patria.
Sedangkan misinya sebagai berikut, Pertama, meningkatkan kualitas kader melalui pembinaan intelektual, spiritual, dan kepemimpinan. Kedua, memperkuat solidaritas dan semangat persaudaraan antar anggota.
Ketiga, mendorong keterlibatan aktif kader dalam menjawab persoalan sosial kemasyarakatan. Keempat, menjalin kerja sama yang konstruktif dengan Gereja, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat. Kelima, mengembangkan budaya organisasi yang disiplin, kritis, dan bertanggung jawab.
“Akhir kata, saya memohon dukungan, doa, serta kerja sama dari seluruh pihak agar kepengurusan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Mari kita melangkah bersama, dengan semangat persaudaraan, pengabdian, dan cinta kasih.Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Pro Ecclesia et Patria. Amolongo,Nimaowitimi, Saipa…,” ujar Seravina.
Mersi dalam kesempatan tersebut mengatakan, pelantikan ketua presidium dan para pengurus baru merupakan momentum penuh makna. Pelantikan para pengurus baru sekaligus momen refleksi atas perjalanan yang dilalui penuh dinamika, tantangan, dan pembelajaran.
“Kita pernah berjalan dalam keterbatasan, menghadapi perbedaan, bahkan melewati situasi yang tidak mudah. Namun dari semua itu, kita belajar untuk tetap berdiri, tetap bersatu, dan tetap percaya bahwa PMKRI adalah rumah perjuangan yang tidak boleh kehilangan arah,” ujar Mersi.
Mersi mengingatkan, Papua adalah tanah yang kaya, tetapi juga penuh luka dan persoalan. Konflik, ketidakadilan, dan persoalan hak masyarakat adat masih menjadi realitas yang menyertai dinamika kehidupan masyarakat dan daerah. Dalam situasi seperti ini, ujarnya, PMKRI Timika tidak boleh diam.
“PMKRI harus hadir sebagai penyambung suara orang kecil, mereka yang tersisi sekaligus ruang kaderisasi yang melahirkan pribadi-pribadi yang berani berpikir kritis, bersikap tegas, dan berpihak pada kemanusiaan. Kepada pengurus baru, saya ucapkan selamat dan proficiat,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan, amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan untuk melayani dan berjuang. Karena itu, tetap merawat nilai-nilai PMKRI, merawat semangat solidaritas, dan jangan pernah takut untuk bersuara demi keadilan, terutama bagi masyarakat kecil dan mereka yang terpinggirkan.
“Saya percaya, masa depan PMKRI tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh semangat kolektif kita. Selama semangat itu tetap hidup, PMKRI akan terus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Peralihan estafet kepemimpinan saat ini bukan akhir namun awal dari perjuangan yang lebih besar. Hidup PMKRI! Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua. Pro Ecclesia Et Patria. Amolongo, nimaowitimi, saipa,” katanya.
Sedangkan Primus Natikapereyau Primus meminta ketua dan para pengurus terlantik bekerja keras dalam melakukan proses pembinaan dan pengkaderan sehingga kelak lahir calon pemimpin berkualitas yang siap mengabdi gereja dan bangsa.
“Saya juga meminta ketua dan para pengurus agar melakukan proses kaderisasi para meuda yang juga putra-putri asli Papua terutama dari suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan. Mereka harus diajak masuk PMRKI Timika agar mereka bisa menempah diri melalui jenjang pembinaan,” kata Primus.
Menurut Primus, para pemuda yang merupakan putra-putri asli Papua perlu diajak agar mengikuti pembinaan dalam hidup berorganisasi. Mereka harus memanfaatkan PMKRI sebagai wadah pembinaan yang efektif sebagai calon pemimpin masa depan tanah Papua khususnya Mimika.
“Kita memiiliki banyak generasi muda di Mimika. Karena itu, saya berharap agar melalui wadah PMRKI mereka ambil bagian dalam proses pembinaan sekaligus mengikuti kegiatan-kegiatan positif. PMKRI adalah wadah mahasiswa Katolik yang berpikir kritis,” ujar Primus, politisi sekaligus tokoh muda Katolik Papua Tengah. (*)
























